Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Ini Alasan Sukiyat Tak Libatkan SMK Mendesain Mahesa Nusantara

Sukiyat mengaku sengaja tidak melibatkan pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejak awal dia punya gagasan untuk membuat Mobil Mahesa Nusantara.

27 Oktober 2017 | 15.13 WIB

Sukiyat menunjukkan Mahesa Nusantara tipe double cabin di bengkel Kiat Motor miliknya di Jalan Solo - Jogja, Ngaran-Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Jumat, 29 September 2017. DINDA LEO LISTY / KLATEN
Perbesar
Sukiyat menunjukkan Mahesa Nusantara tipe double cabin di bengkel Kiat Motor miliknya di Jalan Solo - Jogja, Ngaran-Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, pada Jumat, 29 September 2017. DINDA LEO LISTY / KLATEN

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Inisiator Moda Angkutan Hemat Pedesaan atau Mahesa Nusantara, Sukiyat, mengaku sengaja tidak melibatkan pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejak awal dia punya gagasan untuk membuat kendaraan pedesaan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Keputusan Sukiyat untuk tidak lagi menggandeng pihak SMK, termasuk SMK N 1 Trucuk Kabupaten Klaten (di mana dia menjadi ketua komite sekolah), adalah buah dari pelajaran yang dia petik dari pengalamannya terdahulu saat membuat mobil Kiat Esemka.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Pengalaman (membuat mobil) Esemka dulu kan dengan kepala-kepala sekolah (SMK). Yen ngumpulke kepala sekolah gur cerito wae, ra rampung-rampung (Kalau mengumpulkan kepala sekolah cuma diskusi terus, tidak selesai-selesai)," kata Sukiyat saat ditemui Tempo di bengkel Kiat Motor miliknya di Jalan Solo - Jogja, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, beberapa waktu lalu.

Baca: Lahirkan Mobil Esemka, Alasan SMK 1 Trucuk Tak Ikut Proyek Mahesa

Sukiyat mengatakan, ide membuat Mahesa Nusantara sudah muncul di benaknya sejak 3,5 tahun lalu. Agar mimpinya membuat kendaraan pedesaan yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan para petani lekas terwujud, Sukiyat langsung membentuk tim yang terdiri dari para pakar yang sudah berpengalaman di bidang industri otomotif.

Kini, Mahesa Nusantara sedang melalui serangkaian proses pengurusan perizinan melalui Kementerian Perindustrian. Kendaraan multifungsi yang dapat mengangkut penumpang, barang, sekaligus mengoperasikan mesin-mesin pertanian itu ditargetkan mulai diproduksi massal pada Agustus 2018.

Jika Mahesa Nusantara sudah mulai diproduksi massal, Sukiyat berjanji tetap akan merangkul para lulusan SMK yang berprestasi dari seluruh Indonesia. "Nanti SMK kita libatkan. Nanti mereka membantu kami selama produksi. Lulusan SMK yang pernah bekerja di Yamaha, Honda, dan lain-lain, akan kami rekrut," kata Sukiyat.

Baca: Apa Kabar SMK Pertama Pembuat Mobil Esemka?

Kepala Program Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK N 1 Trucuk, Sutrisno, mengatakan hingga kini belum ada pembicaraan khusus dengan Sukiyat terkait dengan Mahesa Nusantara. "Mungkin nanti kalau Mahesa sudah mulai diproduksi massal, lulusan dari sini bisa membantu bekerja Pak Sukiyat," kata Sutrisno pada Kamis, 26 Oktober 2017.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus