Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Ini Alasan Tekanan Angin Ban Mobil Tak Perlu Dikurangi Saat Hujan

Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat berkendara di musim hujan adalah tekanan angin pada ban mobil atau motor.

22 Oktober 2017 | 15.12 WIB

Ban mobil BMW M 135i terbaru, dalam acara peluncurannya, di Jakarta, Rabu (22/5). TEMPO/Imam Sukamto
Perbesar
Ban mobil BMW M 135i terbaru, dalam acara peluncurannya, di Jakarta, Rabu (22/5). TEMPO/Imam Sukamto

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat berkendara di musim hujan adalah tekanan angin dalam ban mobil atau sepeda motor. Penting untuk diingat bahwa setiap ban memiliki spesifikasi tersendiri mengenai hal tersebut.

Sebelum melakukan pengisian atau pengecekan angin di dalam ban, setiap pengendara wajib mengetahui lebih dulu ketentuan yang sudah direkomendasikan pabrikan. Biasanya hal ini dituliskan dalam buku manual setiap membeli kendaraan baru.

Baca: Mutasi Motor dan Mobil Kini Tak Merepotkan, Begini Caranya

Rekomendasi tekanan angin lazimnya juga tertera di sisi dalam pintu bagian pengemudi pada mobil dan dekat rantai roda pada sepeda motor. Hal ini dituliskan dengan satuan pounds per square inch (PSI) untuk setiap bagian ban sebuah kendaraan.

Sports Segment Business Manager Michelin Indonesia Refil Hidayat mengatakan rekomendasi pabrikan itu berlaku dalam kondisi basah dan kering. "Tidak benar (rekomendasi tekanan angin) hanya berlaku pada kondisi kering," katanya di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, setiap pabrikan sudah melakukan uji coba ban dalam berbagai macam cuaca sebelum dilepas ke pasar. Karena itu, mengurangi atau menambah tekanan angin pada ban saat cuaca hujan justru berbahaya bagi pengendara.

Beberapa pengendara memang terkadang senang mengurangi atau menambah tekanan angin pada ban dari rekomendasi pabrikan dengan alasan kenyamanan. Menurut Refil, hal ini masih sah saja dilakukan asalkan tidak terpaut jauh dengan angka yang ditentukan.

Baca: Penyebab Busi Sepeda Motor Sering Basah dan Penanganannya

Dia menjelaskan, tekanan angin yang kurang 30 persen dari rekomendasi pabrikan berpotensi menyebabkan kecelakaan, apalagi dalam kondisi hujan. Sebab, risiko ban mengambang saat melewati genangan terbilang tinggi.

Adapun tekanan angin yang berlebihan akan membuat ban mobil atau sepeda motor tidak sepenuhnya menapak dengan aspal atau jalanan. "Kalau terlalu banyak angin akan berkumpul di bagian tengah sehingga bagian sampingnya berjarak dengan aspal," ujarnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus