Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Keluarga Korban Duga Longsor di Cijeruk Terkait Kualitas TPT Vila

Keluarga korban longsor mendesak polisi memeriksa kualitas tembok penahan tanah (TPT) milik vila yang berdiri di depan rumah para korban.

22 Mei 2022 | 20.39 WIB

Tempat kejadian longsor di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 21 Mei 2022. (ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bogor)
Perbesar
Tempat kejadian longsor di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 21 Mei 2022. (ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bogor)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Bogor - Keluarga korban mendesak kepolisian mengusut penyebab longsor di Pasir Pogor, Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang menewaskan empat orang dan melukai lima lainnya. Keluarga menduga peristiwa nahas tersebut berkaitan dengan kualitas tembok penahan tanah (TPT) milik vila yang berada di depan rumah para korban.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Keluarga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab terjadinya longsor TPT yang dibangun oleh pemilik vila yang berdiri di depan rumah para korban. Infonya Pak Kapolsek akan memanggil pemilik vila dan meminta ahli bangunan memeriksa kualitas bangunan TPT itu," kata Elang Suwandi alias Wandi, keluarga korban, di sela evakuasi, Ahad, 22 Mei 2022.

Kepala Satuan Reserse Kriminal atau Satreskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Siswo D.C Tarigan menyebut pengusutan sebab longsor TPT yang menewaskan 4 jiwa dalam satu keluarga itu akan dilakukan atau dipimpin oleh Kepala Polisi Sektor Cijeruk dan dibantu oleh tim dari Polres Bogor.

"Ditangani sama pak Polsek. Info dari pak Kapolsek, keluarga sudah melapor dan meminta pihak kepolisian mengusut penyebab TPT itu longsor," kata Siswo di konfirmasi Tempo.

Bencana longsor yang terjadi Sabtu petang kemarin itu menewaskan Uum, 70 tahun; Duduh, 40 tahun; Masnoneng alias Neng, 30 tahun; dan NFS, 2 tahun.

Wandi menjelaskan para korban tewas merupakan satu keluarga. Uum merupakan mertua Neng, Duduh dan NFS adalah kakak ipar dan anak dari Neng. Sedangkan suami Neng, Hilman, selamat dari longsoran TPT sepanjang 10 meter, tinggi 6 meter dan lebar 5 meter itu.

Camat Cijeruk, Bangun Septa menyebutkan bahwa para korban yang meninggal dunia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta untuk keperluan visum. "Dibawa ke Kramat Jati jadi untuk visum, sebagai laporan awal untuk tindakan awal Kepolisian. Ada permintaan dari keluarga untuk dilakukan visum," kata Bangun.

Menurut dia, para korban yang meninggal dunia akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) wilayah Cijeruk setelah proses visum di RS Kramat Jati.

Seperti diketahui, peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB pada Sabtu kemarin, itu menyebabkan dua rumah rusak berat dan dua rumah lainnya rusak ringan. BPBD Kabupaten Bogor menyatakan sedikitnya ada sembilan korban akibat longsor, empat meninggal dunia dan lima lainnya selamat.

M.A MURTADHO

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus