Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Kakak Pembina di Teuku Umar

Istana diduga menggunakan jasa sejumlah influencer dan buzzer untuk menggemakan sejumlah isu di media sosial. Para pesohor di media sosial itu aktif bergerak saat revisi Undang-Undang KPK hingga perombakan kabinet. Mereka diduga mendapat bayaran dari kegiatannya.
 

29 Agustus 2020 | 00.00 WIB

Seseorang melintas di depan papan yang memuat platform media sosial di Jakarta, Oktober 2017. REUTERS/Beawiharta
Perbesar
Seseorang melintas di depan papan yang memuat platform media sosial di Jakarta, Oktober 2017. REUTERS/Beawiharta

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Kakak sepupu Jokowi, Andi Wibowo, disebut memimpin salah satu tim media sosial.

  • Tim media sosial menyusun narasi untuk menggaungkan suatu isu di jagat maya.

  • Beberapa isu titipan digaungkan dengan tujuan mendapat dukungan publik.

TULISAN “video komunikasi corona” terbaca jelas di papan tulis di ruang rapat kantor Tim Narasi dan Komunikasi Digital Presiden di lantai 2 Gedung Sekretariat Negara, Jalan Teuku Umar Nomor 10, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Agustus lalu. Di samping kanannya tertulis empat penjelasan, yaitu pemberian informasi, ajakan untuk waspada dan tak panik, gerakan yang bisa dilakukan masyarakat, dan pesan moral persatuan.

Di bawah tulisan spidol hitam itu tertulis berbagai penjelasan. Salah satunya kondisi terbaru di dunia dan Indonesia yang diberi keterangan jumlah orang terinfeksi, jumlah yang meninggal, dan—disertai garis bawah—jumlah yang sembuh. Ada pula penjelasan tentang usaha preventif pemerintah seperti seratus rumah sakit rujukan serta pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) bergerak.

Hampir semua poin itu telah disampaikan Presiden Joko Widodo selama wabah corona. Saat rapat terbatas percepatan penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 di Istana Merdeka pada 18 Mei lalu, Jokowi meminta puskesmas diperkuat. Begitu pula penunjukan seratus rumah sakit rujukan yang disampaikan Presiden pada awal Maret lalu.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Hussein Abri

Bergabung dengan Tempo sejak April 2014, lulusan Universitas Pasundan, Bandung, ini banyak meliput isu politik dan keamanan. Reportasenya ke kamp pengungsian dan tahanan ISIS di Irak dan Suriah pada 2019 dimuat sebagai laporan utama majalah Tempo bertajuk Para Pengejar Mimpi ISIS.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus