Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Dua RT di Perumahan Kompleks Kavling TNI AL di Pondok Bambu, Jakarta Timur bersitegang gara-gara tembok pembatas yang dibangun menutup jalan di perumahan tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tembok itu dibangun di jalan umum hingga menutup akses jalan antara Blok A5 dan Blok A1 Perumahan Komplek Kavling TNI AL atau di batas antara wilayah RT 009 dan RT 011/RW 010 Pondok Bambu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tembok itu sengaja dibangun sebagai bentuk protes warga karena permasalahan banjir yang tak kunjung diselesaikan. Saat hujan deras, air akan mengalir ke wilayah RT 009 yang datarannya lebih rendah ketimbang RT 011.
Menurut petugas keamanan perumahan, Alex mengatakan tembok atau tanggul dengan tinggi sekitar 50 sentimeter dibangun sekitar dua pekan lalu untuk mengatasi masalah banjir dari luapan saluran penghubung (Phb).
Tembok pembatas setinggi 50 cm dibangun untuk mencegah luapan air saat hujan mengalir ke RT 009 yang posisinya lebih rendah dari RT 011
"Untuk mencegah agar banjir tidak terlalu meluap ke sini (RT 09). Setiap hujan banjir, karena air kiriman dari tempat lain larinya ke sini, karena ini rendah," kata Alex.