Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Pencinta batik merasa khawatir popularitas wastra itu menurun di kalangan anak muda.
Yayasan Tjanting Batik Nusantara bersama Swara Gembira mengadakan Pop Batik Cons.
Acara perayaan Hari Batik Nusantara, Pop Batik Cons, dikemas dengan gaya kekinian.
SUDAH 12 kali dalam 12 tahun terakhir, keberadaan batik sebagai salah satu wastra Nusantara dirayakan oleh para pencintanya di Tanah Air. Namun para pencinta batik merasa impak keberadaan hari peringatan ini masih kurang kuat. Terutama untuk mendorong batik menjadi busana keseharian masyarakat luas. “Sampai sekarang, batik masih dipandang hanya untuk dipakai dalam acara resmi,” kata Sandra Hutabarat, Ketua Yayasan Tjanting Batik Nusantara (TBN), kepada Tempo, Jumat lalu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo