Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kota Marawi. Inilah bekas-bekas kehidupan di kota yang koyak di Filipina selatan itu. Bangunan pertokoan yang penuh bopeng karena berondongan peluru. Jalanan dan gang senyap. Rumah-rumah kayu yang kosong. Sisa baju dan cawat yang masih menggantung di tali jemuran. Tidak ada seorang pun warga kota itu di sana. Sejauh mata memandang, hanya tampak tentara dan polisi, yang menggamit bedil laras panjang dan berdiri di sejumlah ruas jalan.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo