Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Lilie Suratminto membukukan penelitian ratusan nisan dan prasasti Belanda.
Menemukan sejumlah fakta tentang siapa yang dimakamkan.
Banyak nisan tak terpelihara.
PASANGAN suami-istri muda dan seorang anak mereka yang masih kecil terlihat berpose, mengabadikan kenangan mengunjungi Museum Wayang di kawasan Kota Tua, Jakarta, siang itu. Sang istri memperhatikan beberapa prasasti yang terpajang di bidang dinding di area Taman J.P. Coen di dalam Museum Wayang. Ia tak memahami tulisan berbahasa Belanda yang tertera di dinding. Di prasasti itu terdapat beberapa nama tokoh dan jabatan mereka. Nama-nama itu antara lain Gubernur Jenderal Batavia Gustaaf Willem Baron van Imhoff (berkuasa pada 1750), Abraham Patras (berkuasa pada 1737), dan Willem van Outhoorn (1704). Taman itu sejatinya bekas makam Jan Pieterszoon Coen, pendiri Batavia, tapi batu nisannya tak ditemukan.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Abdi Purmono dari Malang berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "‘Menghidupkan’ Mereka yang Terkubur di Bawah Nisan Belanda"