Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Perempuan Penolak Tambang

Perempuan di sejumlah desa melawan pertambangan dan penghiliran nikel. Ada yang dikriminalkan, banyak yang merugi.

29 Desember 2024 | 08.30 WIB

Dari kiri. Ayunia Muis, Hastati, Amlia. Foto: Alfi Yorifal, La Ode Muhlas
Perbesar
Dari kiri. Ayunia Muis, Hastati, Amlia. Foto: Alfi Yorifal, La Ode Muhlas

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Perempuan desa di Sulawesi Tenggara menolak aktivitas perusahaan tambang.

  • Sejumlah perempuan dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melanggar UU Minerba.

  • Gerakan perempuan menolak tambang berlanjut karena eksploitasi lingkungan tak berhenti.

AMLIA tak bisa menahan air mata tatkala mendengar putusan kasasi Mahkamah Agung pada 7 Oktober 2024 yang mengabulkan gugatan warga Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Ketika itu warga menuntut pembatalan dan pencabutan izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) yang dipegang PT Gema Kreasi Perdana (GKP). GKP adalah perusahaan tambang nikel milik Harita Group yang beroperasi di pulau kecil itu. “Saya ingat perjuangan kami selama ini,” kata Amlia yang tinggal di Desa Sukarela Jaya, Wawonii Tenggara, pada Sabtu, 7 Desember 2024. 

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus