Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Teknokratisme Kritis Soedjatmoko

Soedjatmoko menyorot tajam pembangunan ala Orde Baru yang mengandalkan investasi asing. Menurut dia, pembangunan Indonesia mesti dibimbing ilmu pengetahuan.

26 Maret 2022 | 00.00 WIB

Soedjatmoko (kanan) bersama Sekretaris Jendral PBB Perez de Cuellar di kantor Universitas Persatuan Bangsa-Bangsa di Tokyo, Jepang, pada 1980-an. Dok. Keluarga
Perbesar
Soedjatmoko (kanan) bersama Sekretaris Jendral PBB Perez de Cuellar di kantor Universitas Persatuan Bangsa-Bangsa di Tokyo, Jepang, pada 1980-an. Dok. Keluarga

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Buah pikiran Soedjatmoko tentang pembangunan Indonesia yang masih muda.

  • Menurut dia, pembangunan Indonesia harus dibimbing ilmu pengetahuan.

  • Ia menganjurkan teknologi madya, membangun dari desa, tak tergiur investasi dan utang luar negeri.

SOEDJATMOKO mengatakan sejarah tidak boleh ditulis untuk menghasilkan mitos. Ia seorang teknokrat, yang mengagumi Hok Gie, dan dengan serius membaca Kant, Hegel, serta Merleau-Ponty. Ia berbeda dengan teknokrat masa kini, yang dengan encer mengalir bersama populisme-otoritarian. Karena itu, Soedjatmoko pasti setuju atas gagasan bahwa melalui sejarah, kita bisa belajar bagaimana intelektual di satu zaman mengambil sikap terhadap kekuasaan.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Robertus Robet

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta dan anggota tim evaluator editorial Tempo

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus