Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Politikus PDIP Sangsi Tarif Integrasi Bakal Tingkatkan Jumlah Penumpang

Anggota DPRD DKI Jakarta mempertanyakan apakah penerapan tarif integrasi akan mempercepat mobilitas orang yang naik transportasi umum.

7 Juni 2022 | 14.22 WIB

Suasana aktivitas di Halte Transjakarta Tosari, Jakarta, Senin, 11 Oktober 2021. Sistem pembayaran integrasi antarmoda dengan tarif lebih terjangkau untuk pengguna transportasi di bawah jaringan pembayaran JakLingko, seperti PT KCI (Kereta Commuter Indonesia), MRT, LRT dan TransJakarta akan berlaku mulai Maret 2022. TEMPO/Muhammad Hidayat
Perbesar
Suasana aktivitas di Halte Transjakarta Tosari, Jakarta, Senin, 11 Oktober 2021. Sistem pembayaran integrasi antarmoda dengan tarif lebih terjangkau untuk pengguna transportasi di bawah jaringan pembayaran JakLingko, seperti PT KCI (Kereta Commuter Indonesia), MRT, LRT dan TransJakarta akan berlaku mulai Maret 2022. TEMPO/Muhammad Hidayat

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga sangsi tarif integrasi bakal menambah jumlah penumpang transportasi umum. Menurut dia, pemerintah DKI harus membangun integrasi fisik terlebih dulu baru menerapkan tarifnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Saya tidak percaya tarif integrasi menaikkan pengguna angkutan massal," kata dia dalam rapat Komisi B di Ruang Serbaguna DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juni 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Politikus PDIP itu mengkhawatirkan masyarakat tak memahami penggunaan tarif terintegrasi. Dia mencontohkan warga yang cuma naik bus Transjakarta ke kawasan Blok M, Jakarta Selatan malah terkena dampak tarif terintegrasi.

"Justru jadi mahal, bukan lebih murah," ucap dia.

Kekhawatiran kedua sehubungan dengan ketepatan waktu. Pandapotan mempertanyakan apakah penerapan tarif terintegrasi akan mempercepat mobilitas orang yang naik transportasi umum.

Menurut dia, saat ini ada alternatif moda yang cepat membawa orang sampai tujuan, yaitu taksi dan ojek online. "Kita kalah dengan yang lain," ujar dia.

Hari ini Komisi B kembali menggelar rapat pembahasan tarif terintegrasi di Ibu Kota. Rapat serupa telah berlangsung berulang kali, tapi dewan belum juga memutuskan nilai tarif.

Pemerintah DKI Jakarta telah merekomendasikan tarif integrasi angkutan umum senilai Rp 10 ribu. Tarif ini berlaku untuk penggunaan kereta MRT, bus Transjakarta, dan LRT Jakarta.

Baca juga: MRT Jakarta Siap Terapkan Tarif Integrasi Rp 10 Ribu Juli Nanti

Lani Diana

Menjadi wartawan Tempo sejak 2017 dan meliput isu perkotaan hingga kriminalitas. Alumni Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bidang jurnalistik. Mengikuti program Executive Leadership Program yang diselenggarakan Asian American Journalists Association (AAJA) Asia pada 2023.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus