Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Resmikan Masjid As-Salam, Anies Baswedan Pesan Soal Air

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung soal penurunan muka air tanah di Jakarta saat meresmikan penggunaan Masjid As-Salam, Joglo.

25 Mei 2018 | 15.33 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didampingi Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto  saat melakukan konferensi pers terkait surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tentang syarat imunisasi sebagai standar masuk sekolah negeri yang beredar di media sosial, di Balaikota Jakarta, 21 Mei 2018. Dalam keterangan pers tersebut, Anies mengatakan akan mencabut dan merevisi surat edaran tersebut. TEMPO/Amston Probel
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didampingi Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto saat melakukan konferensi pers terkait surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tentang syarat imunisasi sebagai standar masuk sekolah negeri yang beredar di media sosial, di Balaikota Jakarta, 21 Mei 2018. Dalam keterangan pers tersebut, Anies mengatakan akan mencabut dan merevisi surat edaran tersebut. TEMPO/Amston Probel

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung soal penurunan muka air tanah di Jakarta saat meresmikan penggunaan Masjid As-Salam, Joglo, Jakarta Barat. Menurut Anies, masjid harus memberikan contoh pengelolaan air dengan baik.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Di Jakarta itu muka air tanahnya terus turun, tujuh sentimeter per tahun. Masjid harus menjadi contoh pengelolaan air yang ramah lingkungan," kata Anies di Masjid As-Salam, Joglo, Jakarta Barat, Jumat, 25 Mei 2018.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Anies pun berpesan kepada para pengelola dan jemaah masjid agar hemat energi dan menerapkan prinsip keberlanjutan atau sustainability. 

Anies Baswedan mencontohkan Masjid Jami’ Assa’adah, Jatinegara, Jakarta Timur yang telah menerapkan prinsip keberlanjutan dalam penggunaan air. Cerita itu dia dapat saat tarawih pada Kamis, 24 Mei malam di masjid yang dijuluki Sahabat Bumi tersebut.

"Jadi semua air yang digunakan wudhu kemudian didaur ulang, disiapkan sumur resapan, lalu ada proses untuk pengolahan air yang baik. Airnya digunakan lagi untuk wudhu," kata Anies.

Baca: Penghuni Apartemen Diintimidasi, Anies-Sandi Diminta Mengatasi

Anies Baswedan menuturkan, sudah 14 tahun masjid itu menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan airnya. Dia pun menyarankan masjid-masjid di ibu kota mengikuti contoh tersebut.

"Saya mengimbau semua masjid untuk memanfaatkan pendekatan seperti itu. Ada lebih dari 9.000 masjid dan musala di Jakarta," kata dia.

Anies hari ini meresmikan penggunaan Masjid As-Salam yang telah direnovasi sejak 2014. Masjid tersebut didirikan di atas tanah seluas 1.400 meter persegi. Selain masjid, ada pula Taman Kanak-kanak Islam dan Sekolah Dasar As-Salam yang didirikan di dekat masjid.

Anies Baswedan juga mengapresiasi renovasi masjid yang dilakukan atas dana swadaya ini. "Saya bersyukur pembangunan ini dilakukan swadaya, meski tanahnya disediakan Pemprov. Jemaah boleh bangga, masjidnya hasil iuran, zakat, infaq, sadaqah," kata Anies.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus