Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Suntik Botox merupakan prosedur kosmetik non-invasif yang paling populer terutama selama pandemi, menurut The American Society of Plastic Surgeons (ASPS). Beberapa ahli berteori bahwa meningkatnya minat pada Botox berkaitan dengan penuaan terkait stres pandemi yang menyebabkan munculnya kerutan dan garis-garis halus.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Botox selama ini dikaitkan dengan mencegah penuaan, tapi zat ini sebenarnya banyak digunakan untuk hal lain di luar kecantikan. Berasal dari racun yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum, kata National Library of Medicine, zat ini dapat menyebabkan keracunan makanan yang mematikan ketika tertelan. Tapi ketika disuntikkan dalam dosis kecil, itu digunakan untuk mengobati banyak masalah, mulai dari kosmetik hingga medis.
Berikut beberapa manfaat lain dari Botox
1. Mengatasi inkontinensia urine
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Orang yang mengalami inkontinensia urine atau kandung kemih yang terlalu aktif dapat mencoba terapi ini. Botox terbukti sangat efektif untuk mengobati kondisi ini, kata UCLA Health, dan proses menerima suntikan itu singkat dan tanpa rasa sakit. Prosedur ini dilakukan di kantor dokter dengan anestesi lokal. Seorang dokter memberikan anestesi di dalam kandung kemih untuk mematikan lapisan melalui kateter. Suntikan yang sebenarnya hanya memakan waktu sekitar lima menit dan hampir 75 persen pasien melihat perbaikan setelah pengobatan.
2. Migrain kronis
The American Migraine Foundation melaporkan bahwa suntikan Botox hanya disetujui untuk pasien dengan migrain kronis atau sakit kepala selama 15 hari atau lebih per bulan. Botox disuntikkan di sekitar serat nyeri, menyusup ke ujung saraf di sekitarnya dan menghalangi pelepasan bahan kimia yang terlibat dalam rasa sakit. Satu sesi biasanya akan menggunakan 31 suntikan di tujuh area penting di sekitar kepala dan leher. Efek pengobatan berlangsung selama sekitar 10 sampai 12 minggu. Suntikan ini dapat mencegah migrain sebelum terjadi.
3. Keringat berlebihan
Berkeringat dalam keadaan tertentu sangat normal, seperti saat gugup untuk presentasi besar atau setelah berolahraga. Namun, ada orang yang menderita kelenjar keringat terlalu aktif sehingga selalu berkeringat dalam kondisi apa pun. Suntikan botox dapat membantu mengurangi keringat dengan memblokir bahan kimia yang mengantar sinyal ke kelenjar bahwa sudah waktunya untuk memproduksi keringat. Menurut Cleveland Clinic, Botox untuk keringat berlebih terbukti efektif. Satu sesi suntikan efeknya dapat bertahan dari tiga hingga 12 bulan.
4. Bekas jerawat
Meskipun sering digunakan untuk mengatasi kerutan dan garis halus pada pasien di atas usia tertentu, Botox juga dapat membantu orang yang bermasalah dengan jerawat. Suntikan Botox telah digunakan untuk mengurangi munculnya bekas jerawat, kata Journal of Cutaneous and Aesthetic. Sebagian dokter kulit juga menggunakan suntikan Botox untuk mencegah jerawat dengan merawat area wajah yang memproduksi minyak secara berlebihan.
5. Berkedip berlebihan
Berkedip berlebihan dapat terjadi karena sejumlah alasan mulai dari mata kering, kurang tidur, hingga terlalu banyak waktu di depan layar. Apa pun alasannya, kedipan mata yang berlebihan dapat membuat frustrasi serta mengganggu percakapan dan saat melakukan tugas sehari-hari. Suntikan botox terbukti efektif untuk mengatasi kondisi ini, kata British Journal of Ophthalmology. Botox dapat memblokir sinyal yang memberi tahu otot mata untuk berkontraksi, sehingga mengurangi kedipan, tetapi tidak dapat mengobati mata kering.
Baca juga: Waktu Terbaik dan Manfaat Botox untuk Usia 20-an Hingga 50-an
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.