Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Tempat Sampah Jerman, Anies Baswedan: Bukan Hanya Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengadaan tempat sampah asal Jerman bukan hanya di Jakarta.

5 Juni 2018 | 13.54 WIB

Salah satu penampakan tempat sampah beroda yang dipesan dari Jerman oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Foto Dokumentasi Dinas LH DKI
Perbesar
Salah satu penampakan tempat sampah beroda yang dipesan dari Jerman oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Foto Dokumentasi Dinas LH DKI

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengadaan tempat sampah asal Jerman bukan hanya di Jakarta. Daerah lain, kaa dia, juga sudah melakukan pengadaan serupa. Bahkan satu daerah disebut sudah memulainya lebih dulu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Surabaya sudah menggunakan mulai 2013, kemudian daerah lain. Ada Probolinggo, Bandung, Medan, Palembang, banyak ini daftarnya," kata Anies Baswedan di kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Juni 2018.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta membeli 2.640 tempat sampah bermerek Weber dari Jerman dengan total anggaran Rp 9,581 miliar. Perusahaan yang bertindak sebagai importir dalam pengadaan ini adalah PT Groen Indonesia.

Tempat sampah beroda atau garbage bin berukuran 660 liter itu juga berfungsi sebagai pelengkap truk compactor. Setiap unit garbage bin dibeli seharga Rp 3,5 juta dan ongkos kirim dari Jerman menghabiskan biaya Rp 79,2 juta.

Menurut Kepala Dinas LH DKI Jakarta Isnawa Adji, pembelian tempat sampah asal Jerman sudah dilakukan sejak masa Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pada 2016 didatangkan 96 unit truk compactor. Pada 2017, Isnawa melanjutkan, Dinas LH mengadakan 1.500 garbage bin 120-140 liter dan 660 liter.

Isnawa mengatakan Jakarta masih membutuhkan sekitar 3.800 garbage bin lagi untuk memodernisasi pengolahan sampah. Satu garbage bin, kata dia, dapat menampung sampah yang dihasilkan kira-kira 330 orang atau setara dengan 70 keluarga. Jumlah itu didapat dengan asumsi sampah yang dihasilkan tiap keluarga 2-3 liter per hari.

Menurut Anies Baswedan, pemilihan tempat sampah asal Jerman bukan melalui proses tender. Barang itu tersedia di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. "Pembelian lewat katalog," ucapnya.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus