Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Depok - Tiga startup atau bisnis rintisan yang dibina Universitas Indonesia lolos seleksi untuk mengikuti program kewirausahaan bertajuk Leaders in Innovation Fellowships (LIF) pada 8-22 Januari 2018 di Inggris.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Mereka dibina Direktorat Inkubator Bisnis (DIIB) Universitas Indonesia,” kata Kepala Humas dan Komunikasi Informasi Publik UI, Rifelly Dewi Astuti pada Rabu 27 Desember 2017.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
LIF adalah program pelatihan kewirausahaan internasional yang bertujuan melatih para peneliti/mahasiswa agar dapat mengembangkan penelitiannya ke arah skema bisnis.
Tiga startup yang lolos seleksi adalah Javatech Automation (PT Jaya Otomasi Solusindo), Herbachick (PT Tasawa Herbal Nusantara) dan ATM Sehat (PT Tele Sehat Indonesia).
Rifelly menjelaskan dengan inovasi bernama UtKliq, Javatech Automation bergerak di bisnis layanan bidang industrial, building, home automation, consulting dan training.
UtKliq adalah sistem yang memonitor dan mengukur penggunaan energi listrik, air, maupun gas dalam bangunan dengan basis web yang dapat diakses dari mobile device . Dengan UtKliq, maka pencatatan listrik, air, dan gas tidak harus dilakukan manual, sehingga pada akhirnya dapat membantu penghematan energi.
Selain itu, fungsi kontrol jarak jauhnya memudahkan proses pengawasan oleh pengguna.
“UtKliq merupakan inovasi tiga alumni Teknik Elektro UI, yaitu Aji Teguh P, Anggi Purwanto, dan Titos Jatiarso,” kata Rifelly.
Sedangkan superjamu Herbachick adalah suplemen ternak unggas yang dibuat dari bahan-bahan herbal alami. Antara lain enzim lumbricine, molasses, zingiber officinale (jahe), curcuma xanthorriza (temulawak), curcuma longa (kunyit) dan bahan herbal lainnya.
Menurut Fahmy Fil Ardhy, salah satu pendiri, bahan-bahan tersebut memiliki efek yang baik terhadap hewan. “Efeknya mulai dari meningkatkan jumlah flora baik di usus hewan, meningkatkan kemampuan cerna, penyerapan protein, serta menurunkan toksin,” ujarnya. Selain Fahmy, anggota lain dari tim bisnis Herbachick Wiku Adisasmito, serta Ismi Tamara.
Rifelly menambahkan Anjungan Telehealth Masyarakat Sehat (ATM Sehat) adalah suatu alat kesehatan jarak jauh yang memudahkan cek kesehatan rutin dan menghubungkan masyarakat dengan berbagai layanan stakeholder kesehatan digital secara online.
“Alat yang sekilas tampak seperti ATM bank ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengecek tensi, gula darah, kolesterol, dan asam urat, lalu menyimpan datanya ke dalam sistem cloud,” ujarnya.
Tidak hanya itu, alat yang diprakarsai Budhi Mulyadi, Sigit Mohammad Nuzul, Ahmad Zaki Anshori ini juga bisa langsung melakukan tele-konsultasi dan life coaching dengan dokter dan edukator yang ahli dibidangnya. Selain itu bisa menonton video pendidikan kesehatan, memperoleh informasi tips dan produk kesehatan, menghubungi ambulans, dan layanan kesehatan lainnya.
Ketiga startup berbasis teknologi ini, kata Rifelly, mendapat kesempatan untuk mendapat pelatihan langsung dari The Royal Academy of Engineering of the United Kingdom (RAEng).
Selama kurang lebih 14 hari, para peserta akan diberi materi-materi pelatihan kewirausahaan seperti kepemimpinan, kekayaan intelektual, negosiasi, dan manajemen finansial perusahaan.
“Selain itu, para peserta juga akan melakukan kegiatan studi banding ke inkubator-inkubator bisnis di Inggris, dan mengunjungi pusat kreativitas di Inggris,” kata juru bicara Universitas Indonesia atau UI ini.