Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

 ‘Ulamā’, Tradisi, dan Republik

Pergumulan intelektual para ulama NU. Antara tradisi dan modernitas.

19 Februari 2023 | 00.00 WIB

Ilustrasi Tempo/Munzir Fadly
Perbesar
Ilustrasi Tempo/Munzir Fadly

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Ulama NU bergumul antara tradisi dan modernitas.

  • Para ulama NU tak tertarik mendirikan negara khilafah.

  • Kemajemukan menutup ruang pendirian negara agama.

NAHDLATUL ‘Ulamā’ menandai renaisans ‘ulamā’ yang berpijak pada tradisi menjaga Republik Indonesia. Tradisi, akibat ekses negatif proyek pencerahan di Eropa, dipahami secara luas sebagai sesuatu yang negatif, statis, dan jumud. Bahkan tradisi didakwa secara sewenang-wenang sebagai penghalang kemajuan dan, konsekuensinya, harus diempaskan jauh-jauh dari kehidupan dunia modern. Tradisi, intinya, antimodernitas.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Sukidi

Pemikir kebinekaan

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus