Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Wuling Belum Hadirkan Confero Matik, Simak Alasannya

Wuling Motors Indonesia mengaku masih melakukan studi lebih lanjut terkait kemungkinan lahirnya Confero bertransmisi otomatis.

1 Desember 2018 | 07.43 WIB

Wuling Confero S saat media test drive di Pulau Bali, 11-13 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.
Perbesar
Wuling Confero S saat media test drive di Pulau Bali, 11-13 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Semarang Wuling Motors Indonesia hingga kini belum menyediakan transmisi otomatis untuk Wuling Confero. Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, mengatakan saat ini sedang melakukan studi lebih lanjut terkait kemungkinan lahirnya Confero bertransmisi otomatis. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Tapi yang jelas kami terus berusaha secara bertahap, supaya produk-produk yang hadir di Indonesia sesuai dengan masyarakat Indonesia. Pengembangannya seperti apa untuk Confero matik ini,” kata Dian di Semarang pada Jumat malam, 30 November 2018.

Baca: Wuling Semakin Agresif, Resmikan Dealer Ke-8 di Tangerang

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dian menambahkan bahwa belum adanya versi matik dari Confero karena platform mesin dan transmisi langsung dari kantor pusat Wuling di Cina dan di Indonesia belum memiliki R&D Plant atau pusat pengembangan produk. "Di Cina sendiri juga untuk Wuling Hongguang (Confero di Cina) memang belum ada versi matiknya," ujarnya.

Untuk meluncurkan suatu produk, lanjut dia, ada banyak faktor yang harus diperhatikan. Seperti riset ke konsumen dan juga melihat platform yang ada. “Namun, untuk matik kan kami sudah punya yang Wuling Cortez bertransmisi i-AMT (transmisi manual yang diotomatiskan),” katanya.

Baca: Wuling Formo Dijual Murah, Incar Taksi Online dan UKM

Dalam pengembangan-pengembangan produk, Dian menambahkan, dilakukan secara bertahap dan tentunya menerima masukan konsumen Indonesia maunya seperti apa. “Namun, karena kami masih baru, jadi perlu tahapan untuk mewujudkan itu semua,” ujarnya.

Mengingat usia Wuling di Indonesia belum sampai tahun kedua, jadi menurutnya, masih fokus ke aftersales, salah satunya lewat penambahan dealer. Kalau bicara jangka panjang di Indonesia, menurut Dian, layanan aftersales harus diperkuat, begitu juga dengan segmen produk lainnya.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus