Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pesatnya perkembangan teknologi di dunia tak perlu diragukan lagi. Jika sebelumnya kegiatan dilakukan secara konvensional—seperti mengirim surat—saat ini sudah bisa dilakukan secara mobile. Selain itu, yang cukup berkembang dari teknologi adalah kamera ponsel.
Awalnya kamera merupakan alat tunggal yang hanya berfungsi untuk menangkap gambar atau mengabadikan momen melalaui video. Kini, kamera ponsel sudah berkembang dan memiliki berbagai amcam keunggulan yang ditawarkan sama dengan kamera-kamera biasa.
Ponsel berkamera sendiri pertama kali muncul pada tahun 2000. Ketika itu ponsel-ponsel tersebut memiliki resolusi kamera hanya 0,11 hingga 0,35 megapiksel dan cuma mampu menampung sekitar 20 foto. Selain itu, pengguna juga perlu menghubungkan ponsel dengan komputer melihat hasil jepretan tersebut.
Kini, ponsel-ponsel tersebut sudah memiliki resolusi kamera bahkan hingga ratusan megapiksel. Satu contoh terbarunya datang dari Xiaomi dan Oppo dengan rencananya masing-masing membuat ponsel dengan teknolgi kamera yang ditingkatkan, termasuk bekerja sama dengan perusahaan lensa kamera.
Digital Chat Station melaporkan bahwa Xiaomi akan menjadi salah satu merek yang menggunakan sensor kamera terbaru 200 MP, ISOCELL HP1, milik Samsung yang diumumkan pekan lalu. Kabarnya, kamera itu akan disematkan di satu model Xiaomi 12 yang akan dirilis tahun depan.
Kabar dari Oppo adalah kolaborasinya dengan produsen kamera Kodak yang juga diungkap oleh Digital Chat Station. Kerja sama itu bertujuan untuk menghasilkan smartphone yang mencerminkan desain kamera klasik Kodak. “Flagship Oppo berikutnya juga akan menggunakan dua sensor IMX766 baru Sony 50 MP,” cuit Digital Chat Station di situs Weibo, Kamis 8 September 2021.
Kamera akan memiliki lensa ultra-wide dengan sensor besar yang mirip dengan Oppo Find X3 Pro. Perangkat ini juga memiliki fitur lensa telefoto 13 MP dengan zoom 2x dan kamera mikroskop 3 MP seperti Find X3 Pro.
Tidak hanya itu, Vivo dan Samsung menawarkan pengembangan teknologi baru untuk kamera smartphone. Yang pertama menghadirkan chip khusus yang custom, sedang yang kedua menciptakan sensor unggulan beresolusi yang lebih tinggi lagi.
Merek asal Cina, Vivo, dikonfirmasi meluncurkan chip ISP-nya sendiri, yakni Vivo Imaging Chip V1. Tujuan dikembangkannya chip tersebut untuk meningkatkan kredensial fotografi dari smartphone garapannya.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa Xiaomi akan akan menjadi salah satu merek yang menggunakan sensor kamera terbaru 200 MP, ISOCELL HP1 milik Samsung. Produk asal Korea Selatan ini menggunakan sensor tersebut karena memiliki resolusi 200 MP dan dapat mencapai output yang berbeda dari 12,5 MP dan 50 MP melalui metode binning pixel yang disebut Samsung ChamaleonCell. Teknologi ini akan menampilkan resolusi yang berbeda berdasarkan cahaya yang tersedia.
Dalam kamera ponsel pencahayaan rendah, sensor akan menggabungkan piksel dalam metode binning 4-kali-4 untuk mencapai gambar 12,5 MP dengan pitch piksel 2,56 μm yang besar. Namun, dalam kondisi cahaya yang baik, sensor menghasilkan 2-kali-2 untuk 50 MP dengan piksel individual 1,28 μm atau bahkan secara native pada 200 MP dengan piksel 0,64μm.
GERIN RIO PRANATA
Baca: Kabar Terbaru, Kamera Ponsel Xiaomi Bakal Pakai 200 MP, Oppo 50 MP Ganda
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini