Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Digital

Zoombombing Ganggu Acara BRIN, Ini Kata Ahli Keamanan Siber

Alfons Tanujaya mengatakan kejadian di BRIN termasuk zoombombing.

26 Januari 2022 | 19.43 WIB

Tips Amankan Aplikasi Video Konferensi Zoom dari Ancaman Zoom Bombing.
Perbesar
Tips Amankan Aplikasi Video Konferensi Zoom dari Ancaman Zoom Bombing.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Munculnya gambar-gambar tak diundang pada saat presentasi zoom sempat mengganggu jalannya acara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertema "Riset Pengembangan Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Pulih Bersama Bangkit Perkasa" pada hari Rabu, 26 Januari 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hal itu terjadi pada pembicara pertama, Plt. Kepala Pusat Riset Biologi Molekuler (PR BM) Eijkman, Wien Kusharyoto. Saat Wien menjelaskan data gelombang baru infeksi Covid-19 varian Omicron, tiba-tiba di layar terlihat coretan merah. Kejadian terlihat pukul 09.39.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Lama kelamaan coretan tersebut membentuk objek tertentu. Pertama membentuk dua lingkaran. Coretan terus berlanjut. Presentasi juga terus berlanjut. Lama kelamaan coretan membentuk lima buah objek, yaitu tiga lambang swastika, alat kelamin pria. Namun, presentasi terus berlangsung.

Wien, yang tengah melakukan presentasi terlihat bingung dan bertanya asal gambar tersebut. Akhirnya Wien menghentikan presentasi. "Maaf, sepertinya ada gangguan. Saya kurang tahu dari mana," ujarnya.

Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, mengatakan kejadian tersebut termasuk zoombombing. Menurutnya, admin kurang ketat dalam menjalankan acara. Peserta tidak dibatasi untuk ikut share screen. Seharusnya share screen dibatasi oleh para panelis dan tidak boleh ada peserta lain yang bisa share screen selama share screen berlangsung.

"Ini kemungkinan salah set di mana setiap peserta boleh share screen dan intervensi sekalipun panelis sedang presentasi," kata Alfons. Menurutnya, hal tersebut merupakan standar setting yang harus diperhatikan oleh admin zoom.

Mengenai peserta zoom, Alfons juga mempertanyakan keabsahannya. "Peserta perlu dilacak, apakah benar undangan atau pengacau." Mungkin saja peserta mendapatkan undangan yang tidak dilindungi, misalnya meeting tanpa password. Namun, jika meeting memiliki password, mungkin password dibagikan secara ceroboh.

Baca:
Acara Zoom BRIN Disusupi Lambang Swastika dan Gambar Tak Senonoh

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus