Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Karantina musnahkan puluhan ton bawang bombai asal Belanda senilai Rp 1,25 miliar. Kepala Karantina Jakarta Amir Hasanuddin mengatakan bawang tersebut terdeteksi mengandung organisme pengganggu tumbuhan berupa Nematoda aphelenchoides fragariae.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Oleh karena itu, Amir menuturkan bawang bombay ini terpaksa dimusnahkan karena berpotensi merusak tanaman atau tumbuhan yang ada di sekitarnya. Pemusnahan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2020 tentang Jenis Organisme Penggabung Kebutuhan Karantina," katanya di Gedung Karantina pada Jumat, 28 Februari 2025.
Amir menjelaskan, bawang tersebut merupakan impor yang dilakukan oleh perusahaan PT Bumi Buah Segar. Komoditas itu tiba melalui pelabuhan Tanjung Priok pada 5 Desember lalu. Kemudian, kata Amir, sesuai prosedur biasanya, Badan Karantina melakukan pengecekan dokumen. "Kaitan dengan dokumen tidak ada masalah, dia lengkap ada Pitosanitari Certificate, kemudian Certificate of Analysis, dan ada Assignment Report," kata Amir
Langkah selanjutnya, Badan Karantina melakukan pengecekan fisik dengan mengambil sampel dan mengujinya di laboratorium. Amir menyebut laboratorium Badan Karantina memiliki kualitas internasional dan akurasi tinggi. "Dari hasil pemeriksaan 17 Februari 2025, ditemukan adanya Nematoda aphelenchoides fragariae," kata dia.
Setelah menemukan adanya penyakit dalam bawang impor itu, Badan Karantina menghubungi pihak perusahaan untuk memberikan surat tolak kepada supplier di Belanda. Namun, PT Bumi Segar Buah tidak mau mengirimkan surat penolakan tersebut dan lebih memilih untuk menghanguskannya. Dengan begitu, bawang sebanyak 86,4 ton itu akan dibakar menggunakan suhu di atas 1000 derajat celcius.
"Mungkin sebentar lagi kita sama-sama akan melakukan. Karena Nematoda ini akan mati pada temperatur 51 derajat selama 15 menit," ujar Amir.
Terakhir, Amir menghimbau agar para pengusaha memastikan kembali kualitas impor yang akan mereka terima. Amir mengatakan jangan sampai Indonesia menajdi tempat pengiriman barang-barang atau komoditas cacat dan tidak berkualitas. "Jadi mohon diperhatikan lagi. Sekarang setelah ada Badan Karantina, pemerintah ingin semua jalan masuk ke Indonesia terjaga," katanya.
Pilihan Editor: Konflik Kepentingan dalam Rangkap Jabatan Bos Danantara