Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali akan Tutup 24 Jam di Hari Raya Nyepi

Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali tutup selama 24 jam saat perayaan Hari Raya Nyepi nanti.

28 Maret 2025 | 22.28 WIB

Wisatawan mancanegara menjalani pemeriksaan keimigrasian di pintu otomatis (autogate) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, 27 Desember 2024. ANTARA/Fikri Yusuf
Perbesar
Wisatawan mancanegara menjalani pemeriksaan keimigrasian di pintu otomatis (autogate) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, 27 Desember 2024. ANTARA/Fikri Yusuf

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, mengumumkan akan menutup operasional penerbangan selama 24 jam saat perayaan Hari Raya Nyepi nanti. Menurut General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab, penghentian sementara akan dilakukan mulai Sabtu, 29 Maret 2025 pada pukul 06.00 WITA hingga keesokan harinya pada jam yang sama.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Selama rentang waktu tersebut semua aktivitas pelayanan penerbangan, baik domestik maupun internasional untuk sementara kami hentikan, kecuali bagi penerbangan yang bersifat medis atau medical evacuation dan penerbangan darurat," ujar Ahmad di Bali, sebagaimana dikutip Antara pada Kamis, 27 Maret 2025. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Ahmad mengatakan penutupan bandara ini merupakan bentuk penghormatan kepada umat Hindu. Dia menyebut keputusan tersebut juga tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: B.16.100.3.4/865/LLJ/DISHUB Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1947 dan pemberitahuan kepada pelaku penerbangan melalui penerbitan NOTAMN atau notice to airmen Nomor A0131/25 NOTAMN. 

Menurut Ahmad, Airnav Indonesia Cabang Denpasar selaku penyelenggara penerbangan sudah menyetujui keputusan tersebut sejak 14 Januari 2025 lalu. Sehingga, katanya, semua maskapai dapat dipastikan telah menyesuaikan jadwal penerbangannya sejak jauh-jauh hari.

Selain itu, manajemen bandara juga akan menyiapkan armada tambahan. Ahmad menjelaskan, jika mengikuti jadwal normal, terdapat 54 maskapai yang beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, terdapat 425 penerbangan terjadwal yang bertepatan dengan pelaksanaan Nyepi, yaitu 207 penerbangan rute domestik dan 218 penerbangan internasional. “Oleh karena itu, untuk memperlancar proses pemberangkatan, sehari setelah penutupan Nyepi akan ada 19 pesawat yang terparkir di bandara,” tuturnya.

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi adanya kondisi darurat, Ahmad menuturkan otorita bandara akan tetap menempatkan sejumlah pegawai operasional, seperti sekuriti dan ahli teknik yang bersiaga di ruangan pusat kontrol operasi bandara. “Ini mengantisipasi adanya permohonan medivac, emergency landing, atau technical landing,” ujarnya.

Penutupan Pelabuhan

Tak hanya bandara, Pemerintah Provinsi Bali juga akan menutup semua pelabuhan. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang Yani Andriyanto menyampaikan bahwa semua perjalanan di Pelabuhan Bali akan ditutup saat Hari Raya Nyepi nanti. Dia mengatakan Pelabuhan Ketapang akan ditutup mulai 28 Maret 2025 pukul 17.00 WIB hingga 30 Maret 2025 pukul 06.00 WIB. Sementara untuk Pelabuhan Gilimanuk, tuturnya, penutupan akan dimulai pada 29 Maret 2025 pada pukul 05.00 WITA hingga 30 Maret 2025 pukul 06.00 WITA.

“Adapun layanan operasional di lintasan Padangbai-Lembar juga akan dihentikan sementara mulai 29 Maret pukul 04.00 WITA hingga 30 Maret pukul 11.30 WITA,” ujar Yani dalam melalui keterangan tertulis pada Kamis, 27 Maret 2025.

Pemutusan Jaringan Internet dan Penghentian Siaran

Selain menutup pelabuhan dan bandara, jaringan internet dan seluruh siaran di Pulau Seribu Pura itu juga akan dimatikan selama Perayaan Nyepi berlangsung. Direktur Jenderal (Dirjen) Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Wayan Toni mengatakan, kebijakan ini akan berlaku pada 29 Maret 2025 mulai pukul 06.00 WITA hingga jam yang sama di keesokkan harinya.

Nantinya, kata dia, kendali untuk mematikan jaringan tersebut akan diserahkan pada operator seluler di masing-masing wilayah. “Kendalinya di operator nanti ya,” kata Wayan saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Maret 2025.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus