Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Yogyakarta - PT Bank Bukopin Tbk cabang Yogyakarta membidik pengembangan pelaku usaha mikro di pesisir pantai selatan Yogyakarta yang kini tengah menyambut pembangunan bandara baru di Kulon Progo, Yogyakarta. Dalam upaya ini, Bukopin menggandeng mitra lamanya sejak 1998 yang berfokus pada unit kegiatan simpan-pinjam, Swamitra.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Bukopin mengandalkan unit Swamitra untuk meraih nasabah di sektor menengah ke bawah untuk pengembangan segmen itu," ujar Pimpinan Cabang Bank Bukopin Yogyakarta Ida Made Mahardika di sela launching event safety riding bersama perwakilan pengurus Swamitra DIY di Yogyakarta, Sabtu, 4 Agustus 2018.
Swamitra menyasar sektor informal yang selama ini kurang bankable atau susah mengakses permodalan. Di mana umumnya administrasinya belum rapi, juga yang perizinan usahanya belum tertata baik.
Bukopin melalui Swamitra saat ini telah berhasil menjalin kerja sama dengan tiga kelompok koperasi di wilayah pesisir pantai selatan, seperti Mina Kulonprogo, Mina Bantul, dan Insan Samudera Gunungkidul.
Di seluruh wilayah DIY ada 25 unit usaha Swamitra yang ditangani oleh 17 lembaga koperasi, di mana seluruhnya terkoneksi dengan Bukopin.
Sedangkan khusus untuk Kabupaten Kulonprogo sendiri, telah beroperasi empat unit koperasi simpan-pinjam Swamitra, yakni Swamitra Wates, Kulonprogo, Nanggulan, dan Purworejo. Di wilayah pesisir Kulonprogo atau area sekitar lokasi bandara baru setidaknya ada 250 debitur dari kalangan nelayan-petani yang menjadi anggota koperasi.
Coordinator Account Officer Swamitra Bukopin Yunita Ernasari menuturkan pihaknya membidik masyarakat Kulonprogo khususnya dari wilayah pesisir agar dapat merintis usaha dari nol maupun mengembangkan usahanya dengan bantuan Swamitra. "Jadi ketika bandara baru jadi, angka pengangguran juga berkurang dengan pertumbuhan sektor ekonomi mikro," ujarnya.
Yunita menuturkan, untuk Swamitra sendiri, kucuran modal yang diberikan Bukopin senilai Rp 10 miliar setiap tahun. Modal itu diputar untuk membiayai 17 koperasi penggerak Swamitra, di mana tiap koperasi memiliki 100-400 anggota.
Adapun plafon kredit yang dikucurkan Swamitra untuk anggota baru Rp 1-50 juta. Sedangkan untuk debitur lama, angka pinjaman bisa mencapai Rp 150 juta.
Yunita menuturkan melalui Swamitra, Bukopin hendak memecahkan persoalan klasik, yakni tentang susahnya sektor informal mengakses perbankan. Dan lewat Swamitra, sektor usaha mikro bisa mendapatkan pinjaman lebih cepat dan tak berbelit.