Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Cinema XXI Raih Pendapatan Rp 5,7 Triliun Sepanjang 2024

Cinema XXI membuka 16 lokasi bioskop baru dengan 70 tambahan layar sehingga bioskop yang beroperasi mencapai 256 bioskop dengan total 1.350 layar yang tersebar di 65 kota/kabupaten.

27 Februari 2025 | 22.31 WIB

Ilustrasi Bioskop. shutterstock.com
Perbesar
Ilustrasi Bioskop. shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (Cinema XXI atau CNMA) meraih pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun per 31 Desember 2024, meningkat 9,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023 sebesar Rp 5,2 triliun.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman menambahkan laba bersih setelah pajak juga mencatatkan kenaikan menjadi Rp 802,5 miliar, tumbuh 8,1 persen dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 742,3 miliar, dengan perolehan EBITDA Rp1,8 triliun.  

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Cinema XXI mengapresiasi kepercayaan para penonton serta dukungan dari berbagai pihak di industri perfilman, pemerintah, pemegang saham, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan, yang telah mendukung perusahaan untuk terus berkembang dan mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024,” ujar Suryo dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Februari 2025.

Suryo menjelaskan, peningkatan pendapatan tahun 2024 didukung oleh kontribusi penjualan tiket bioskop serta makanan dan minuman yang mencapai Rp 5,5 triliun atau tumbuh 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan penjualan tersebut, kata dia, didorong berbagai inovasi dan strategi bisnis seperti penambahan bioskop baru di lokasi yang strategis dan potensial.

Dalam upaya meningkatkan akses layanan serta pertumbuhan bisnis, sepanjang tahun 2024 Cinema XXI membuka 16 lokasi bioskop baru dan menambah 70 layar, sehingga total bioskop yang dioperasikan mencapai 256 bioskop dengan total 1.350 layar di 65 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Perluasan jaringan bioskop ini turut mendorong peningkatan jumlah penonton yang mencapai 87,1 juta penonton pada 2024, tumbuh 3,3 persen dari 84,3 juta penonton pada 2023. 

“Di tengah tantangan pemulihan pasar film internasional, perkembangan industri film dalam negeri telah menghasilkan beragam film berkualitas yang mendukung pertumbuhan industri bioskop di Indonesia. Hal ini turut mendorong pertumbuhan jumlah penonton bioskop Cinema XXI dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan Perseroan,” ujar Suryo.

Industri film dalam negeri menunjukkan tren positif dengan menyuguhkan beragam cerita dan kualitas yang menarik minat masyarakat untuk menonton. Pada tahun 2024, terdapat 21 judul film nasional yang telah ditonton lebih dari satu juta penonton, bahkan 7 dari 10 film dengan jumlah penonton terbanyak di tahun 2024 merupakan produksi dalam negeri. Beberapa di antaranya: “Agak Laen”, “Vina Sebelum 7 Hari”, “Kang Mak: from Pee Mak”,“Ipar Adalah Maut”, dan “Badarawuhi di Desa Penari” serta “Siksa Kubur”. Hal ini memperkuat posisi film nasional sebagai pilihan utama yang turut mendorong jumlah penonton bioskop. 

Rencana pembelian kembali saham perusahaan

Cinema XXI berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya Rp 300 miliar. Pelaksanaan buyback dilatarbelakangi kondisi perdagangan harga saham saat ini dianggap belum mencerminkan nilai, kinerja, dan prospek sebenarnya. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, selain melalui pembagian dividen.

“Kami berharap buyback dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis Cinema XXI dan memberikan fleksibilitas perusahaan dalam pengelolaan modal jangka panjang,” kata Suryo.

Perusahaan, kata dia, membatasi harga pembelian kembali sampai dengan maksimum Rp 270 per lembar saham, dengan tetap mematuhi ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29 Tahun 2023. Buyback akan dilakukan secara bertahap melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai ketentuan dalam POJK No. 29 Tahun 2023. 

Cinema XXI menargetkan pelaksanaan pembelian kembali saham akan berlangsung paling lama 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Adapun RUPST dijadwalkan pada 24 Maret 2025, sehingga batas akhir perusahaan dapat melakukan buyback adalah 24 Maret 2026. 

 

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus