Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Cerita Mereka yang Mudik setelah Lebaran: Baru Dapat Libur hingga Kehabisan Tiket

Deni, warga Bogor yang hendak mudik ke Garut, sengaja berangkat setelah Lebaran.

2 April 2025 | 19.07 WIB

Suasana di Stasiun Pasar Senen pada H+2 Lebaran 2025. Masih banyak pemudik yang meninggalkan Jakarta pasca lebaran, meski begitu sudah ada di antara mereka yang balik usai berlibur. Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, 2 April 2025. Tempo/Dani Aswara.
Perbesar
Suasana di Stasiun Pasar Senen pada H+2 Lebaran 2025. Masih banyak pemudik yang meninggalkan Jakarta pasca lebaran, meski begitu sudah ada di antara mereka yang balik usai berlibur. Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, 2 April 2025. Tempo/Dani Aswara.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun Lebaran telah berlalu, arus mudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, masih terus berlangsung pada Rabu, 2 April 2025. Ratusan pemudik tampak memenuhi peron, dengan tujuan ke berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta. Banyak di antara mereka yang memilih untuk pulang setelah Lebaran, baik karena alasan pekerjaan maupun kesulitan mendapatkan tiket sebelum hari raya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sejumlah pemudik memilih mudik pasca-lebaran karena alasan pekerjaan dan keterbatasan tiket sebelum hari raya. "Saya baru dapat libur setelah lebaran," kata Asif Supriyadi, seorang pegawai di lembaga zakat yang hendak mudik ke Garut, Jawa Barat, ditemui di Stasiun Pasar Senen, Rabu siang. Selain itu, ia mengaku harus menunggu hingga dini hari untuk mendapatkan tiket melalui aplikasi karena tingginya permintaan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kondisi serupa dialami oleh Santi, pemudik tujuan Yogyakarta. Ia memilih berangkat setelah Lebaran untuk menghindari kemacetan, meski akhirnya tetap menghadapi kepadatan. "Takut macet sih tadinya, tapi ternyata sama saja," ujarnya.

Beberapa pemudik juga memilih menunda kepulangan agar perjalanan lebih nyaman. Deni, warga Bogor yang hendak mudik ke Garut, sengaja berangkat setelah Lebaran. "Biar santai, tidak terlalu ramai," kata pria 51 tahun ini.

Tiket menjadi kendala utama bagi sebagian pemudik. Sasa, mahasiswa asal Purworejo, mengaku gagal mendapatkan tiket sebelum lebaran akibat tingginya permintaan. "Kalau ada tiket, maunya sebelum lebaran," katanya.

Arus mudik pascalebaran diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. PT Kereta Api Indonesia mencatat lonjakan penumpang di berbagai stasiun utama dan memastikan kesiapan layanan bagi para pemudik.

Pada 2 April 2025, KAI Jakarta mengoperasikan 85 perjalanan KA dengan kapasitas tersedia sebanyak 47.690 kursi. Sebanyak 42.694 kursi telah terjual, dengan tingkat okupansi mencapai 90 persen. Rincian per stasiun: Stasiun Gambir teradapat 46 perjalanan, 16.807 kursi terjual (77 persen). Stasiun Pasar Senen teradapat 39 perjalanan, 25.887 kursi terjual (100 persen). 

"Untuk keberangkatan hari ini, Rabu 2 April 2025, okupansi tiket mencapai 90 persen yang tersebar di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, serta beberapa stasiun lainnya," kata Ixfan dalam keterangan resmi, Rabu, 2 April 2025. 

Daop 1 Jakarta juga menambah 380 perjalanan KA untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, dengan kapasitas tambahan mencapai 194.260 kursi. Di Stasiun Gambir, terdapat 255 KA tambahan dengan kapasitas 126.286 kursi, sedangkan di Stasiun Pasar Senen, ada 125 KA tambahan dengan kapasitas 67.974 kursi.

Selama periode pra-Lebaran (21-30 Maret 2025), tingkat keterisian tiket di Daop 1 Jakarta tercatat mencapai 97 persen. Sementara itu, pada hari Lebaran (31 Maret - 1 April), okupansi mencapai 101 persen. Untuk periode pasca-Lebaran (2-11 April), tingkat keterisian tiket yang terjual saat ini masih 45 persen, dengan banyak kursi masih tersedia.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus