Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Erick Thohir Belum Pastikan Rencana Pembelian Minyak Rusia

Menteri BUMN Erick Thohir belum memberikan kepastian mengenai rencana pembelian minyak dari Rusia.

10 Januari 2025 | 09.53 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. TEMPO/Hanin Marwah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menanggapi kemungkinan Indonesia membeli minyak dari Rusia setelah Indonesia resmi bergabung dengan organisasi kerja sama ekonomi negara Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS).

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Erick belum menjelaskan detail bagaimana kemungkinan itu akan dilakukan atau tidak, ia menjelaskan semua itu tergantung dari kebijakan negara. "Saya tidak bisa buat statement itu nanti tergantung dari tentu policy dari negara," katanya saat ditemui usai acara MINDialogue di Soehanna Hall, Jakarta pada Kamis, 9 Januari 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perdagangan Selatan Selatan, kata Erick adalah mekanisme yang harus didorong. Ia menilai, BRICS, yang diisi oleh negara-negara sahabat dalam perdagangan itu, yang memiliki kontrak trade yang akan saling menguntungkan, seperti Cina, India dan Rusia. "Sebagai negara yang memang independen. Kita tidak punya bagian daripada geopolitik manapun," ujarnya. 

Erick mengatakan, dengan bergabung dengan BRICS, masih akan tetap berhubungan dengan Organisasi Perdagangan Internasional atau World Trade Organization (WTO). "Kita tetap juga dengan WTO, kita juga berdagang. Ya inilah Indonesia," tuturnya. 

Bergabungnya Indonesia ke BRICS pertama kalinya disepakati oleh anggota-anggota BRICS dalam KTT di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Agustus 2023.

Namun, karena Indonesia melaksanakan pemilihan umum pada Februari 2024, Pemerintah RI secara resmi menyatakan niat bergabung ke dalam BRICS setelah pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto terbentuk.

Anggota-anggota BRICS menguasai 40 persen populasi dunia dan 35 persen produk domestik bruto (PDB) global sehingga menjadikannya pemain yang penting di kancah internasional.

Berdiri pada 2009 dengan anggota asli Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan itu, BRICS kini memiliki semakin banyak anggota usai 13 negara baru ditetapkan sebagai negara mitra pada Oktober 2024.

Selain Indonesia, BRICS juga menyambut tiga negara Asia Tenggara lainnya sebagai anggota baru, yaitu Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Han Revanda berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus