Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Hari Ini BEI Tutup Kode Domisili Investor

BEI ingin memberikan perlindungan investor dari praktik herding behavior.

27 Juni 2022 | 06.49 WIB

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 28 April 2022. IHSG parkir pada posisi 7.246,25 atau naik 0,69 persen. IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 7.267,11. Tercatat, 317 saham menguat, 200 saham melemah dan 163 saham bergerak stagnan pada akhir sesi I perdagangan. Tempo/Tony Hartawan
Perbesar
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 28 April 2022. IHSG parkir pada posisi 7.246,25 atau naik 0,69 persen. IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 7.267,11. Tercatat, 317 saham menguat, 200 saham melemah dan 163 saham bergerak stagnan pada akhir sesi I perdagangan. Tempo/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia menutup kode domisili investor mulai Senin, 27 Juni 2022. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan investor dari praktik herding behavior.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Penutupan kode domisili dilakukan enam bulan setelah penutupan kode broker. Kode domisili sebelumnya biasa dilihat sebagai informasi tipe investor, yakni investor asing atau domestik. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dalam dokumen sosialisasi yang beredar beberapa waktu lalu, BEI mengungkapkan saat itu kode broker dan tipe investor ditampilkan sebagai informasi post trade ke publik setiap terjadinya transaksi. Padahal secara umum, bursa lain tidak memberikan informasi serupa.

BEI menuliskan beberapa maksud penutupan kode broker. Pertama, mengikuti best practice. Kedua, mengurangi potensi herding behavior dan meningkatkan kewajaran dalam pembentukan harga. Ketiga, mengurangi front running, piggybacking, dan information leakage.

Keempat, meningkatkan insentif untuk melakukan riset. Kelima, meningkatkan partisipasi dari informed investor large dan repeatedly investor. Terakhir, berpotensi meningkatkan likuiditas dan menurunkan spread. 

Praktisi Pasar Modal William Hartanto mengatakan penutupan tipe investor bisa menurunkan aktivitas transaksi saham pada awal penerapan. Namun, kebijakan itu menurutnya wajar karena pelaku pasar perlu beradaptasi dengan kondisi baru. 

“Bukan cuma investor retail, hampir semua pelaku pasar masih menggunakan data investor asing dan lokal,” katanya. 

Sebagai alternatif, William menyebut investor dapat menggunakan analisis teknikal dengan time frame pendek, seperti 15 menit atau 1 jam. Tujuannya ialah untuk membantu mengukur perubahan arah tren dan perlahan pelaku pasar dalam negeri akan mulai terbiasa dengan kondisi bahwa tidak selalu investor asing menjadi acuan dalam menilai daya tarik suatu saham. 

BISNIS

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus