Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka Hari Ulang Tahun Bank Indonesia ke-66, Gubernur BI Perry Warjiyo memperkenalkan sistem kliring ritel BI yang lebih cepat dan lebih murah. Sistem tersebut akan mulai efektif berlaku mulai 1 September 2019.
"Selama ini dalam sehari itu lima kali penyelesaian akan menjadi sembilan kali, dan selain lebih cepat, SKN BI akan lebih murah," ujar Perry di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019.
Ia menyebut tarif untuk setiap transaksi akan dipatok Rp 3.500 per transaksi, dari sebelumnya Rp 5.000 per transaksi. Besaran tersebut, tutur Perry, adalah tarif maksimum yang diterima nasabah. Di samping itu, batas maksimum transaksi pun bakal lebih besar dari Rp 500 juta menjadi Rp 1 miliar.
"Ini adalah salah satu wujud nyata BI untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi ekonomi melalui pembayaran," kata Perry. Dengan pembaharuan sistem tersebut, ia yakin masyarakat bisa menikmati SKN BI lebih cepat dan lebih murah lantaran setiap jam bisa penyelesaian.
Di samping memperkenalkan sistem kliring nasional BI itu, Bank Indonesia menggelar acara bersepeda bertajuk Gowes Transformasi Nusantara 2019 dengan tema Healthy Mind, Healthy Body, Healthy Spirit pada Sabtu, 27 Juli 2019, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun BI ke-66 dan Hari Ulang Tahun RI yang akan datang.
"Ini tema yang kita lakukan adalah bagaimana kita BI terus melakukan transformasi dan dalam rangka mendukung visi kita berkontribusi nyata dalam perekonomian nasional," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelum melepas para pesepeda.
Adapun peserta gowes tersebut, tutur Perry, adalah mitra-mitra kerja Bank Indonesia dari kalangan pemerintah, perbankan, dunia usaha, hingga kalangan sistem pembayaran. Peserta lainnya adalah pegawai BI dari kantor pusat maupun kantor perwakilan. "Jadi ini tumplek blek lah di Gowes Nusantara ini."
Perry mengatakan kegiatan tersebut adalah bagian dari transformasi BI yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Transformasi itu meliputi kebijakan, organisasi, sumber daya manusia, hingga budaya kerja. "Ini adalah bagian dari mewujudkan visi kita berkontribusi terhadap perekonomian nasional dan menjadi yang terbaik di emerging market," tutur dia.
CAESAR AKBAR
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini