Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Jasa Fotografer Profesional Kini Semakin Marak, Berapa Tarifnya?

Bukan selfie, kini ada fotografer profesional yang bisa merekam momen seseorang saat berwisata menjadi sangat mudah.

14 Desember 2017 | 14.00 WIB

Seorang mahasiswa asing menggunakan kamera analog legendaris Leica M6 saat berburu foto di Bandung, 7 Mei 2017. Sejumlah fotografer mengikuti workshop dan diskusi fotografi film dengan tema Curi Pandang. TEMPO/Prima Mulia
Perbesar
Seorang mahasiswa asing menggunakan kamera analog legendaris Leica M6 saat berburu foto di Bandung, 7 Mei 2017. Sejumlah fotografer mengikuti workshop dan diskusi fotografi film dengan tema Curi Pandang. TEMPO/Prima Mulia

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Bukan selfie, kini ada fotografer profesional yang bisa merekam momen seseorang saat berwisata menjadi sangat mudah.

Ya, hasil jepretan profesional ini bisa Anda dapatkan dengan jasa yang diberikan oleh perusahaan fotografi wisata yang kini tengah naik daun.

Salah satunya yang ikut meramaikan bisnis travelling photography ini adalah Frame A Trip.

Baca juga:
Perut Six Pack? Boleh Saja, Tapi Cek Dulu 3 Hal Ini
70 Persen Penderita Kanker Payudara Datang Saat Stadium Lanjut
Pakai Lipbalm ala Sandiaga Uno, Sebaiknya Minum Dulu

Salah satu founder Frame A Trip Endra Marsudi mengatakan kebanyakan para traveller hanya mengandalkan selfie atau jepretan orang di sekitarnya sehingga tidak bisa mendapatkan hasil jepretan yang baik, meski berada di tempat yang sempurna untuk berfoto.

Untuk itulah, jasa semacam ini ada. Penyedia jasa ini menyediakan fotografer profesional yang terdiri dari fotografer lokal yang tinggal di kota tempat wisata tersebut.

“Pastinya fotografer profesional lokal akan lebih hemat dibandingkan menyewa fotografer sendiri dari kota asalnya, karena klien tidak perlu membayar biaya akomodasi,” ujarnya, Selasa 13 Desember 2017.

Selain itu, lanjutnya, fotografer profesional lokal punya pengetahuan yang kuat akan situasi dan area di kotanya. Dengan demikian, fotografer juga bisa bertindak sebagai pemandu wisata yang bersahabat.

Dari segi tarif, harganya cukup beralasan untuk fotografer kelas outdoor, yakni mulai dari Rp3,7 juta – Rp6,8 juta, tergantung dari destinasinya.

Foto yang dijepret oleh fotografer ini bahkan bisa langsung diunggah ke media sosial, yakni dengan 10 foto pilihan yang sudah diedit untuk di-download dalam 1 hari setelah hari H pemotretan.

Tak sekadar itu, secara langsung, penyedia jasa ini justru semakin banyak membuka kesempatan bagi para fotografer lepas untuk mendapatkan proyek-proyek baru.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu fotografer Frame A Trip yang berada di Jakarta, Kahfy Yudha Wiansyah. Menurutnya, dia tidak perlu terlalu sibuk mempromosikan dirinya untuk mencari pekerjaan.

“Keuntungan saya secara profesional, yaitu tambah penghasilan tanpa harus memasarkan diri saya dan tidak perlu promosi lagi. Network lebih luas dan memperkuat positioning saya,” ujar Kahfy.

Kahfy yang sudah menapaki karir fotografer selama 17 tahun ini mengatakan perusahaan penyedia jasa layanan fotografi wisata ini sudah sangat profesional dalam mempekerjakan fotografernya.

“Tarif fotografer diatur per jam seperti dil luar negeri. Intinya mereka sudah kekinian sekali. Kontraknya pun dibuat menyesuaikan fotografernya. Perusahaan mengikuti kami. Mereka juga tidak membatasi kreatifitas,” tutur Kahfy.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus