Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Ketua DPD Dorong Pembangunan PLTN di Kalimantan Barat

Ketua DPD mendorong pembangunan PLTN di Kalimantan Barat.

16 Agustus 2019 | 11.48 WIB

Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) saat buka puasa bersama Presiden Jokowi di kediaman OSO, Jakarta, 15 Mei 2019.
Perbesar
Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) saat buka puasa bersama Presiden Jokowi di kediaman OSO, Jakarta, 15 Mei 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan DPD dan Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam kesempatan itu Oesman mengatakan mendorong adanya Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN di Kalimantan Barat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hal itu, kata dia, bertujuan memperkuat ketahanan energi dan menarik minat investasi dengan menyediakan pasokan listrik yang handal. "Membangun kedaulatan energi harus terus diupayakan. Di sisi lain, kenaikan harga minyak selama 8 tahun terakhir harus dijadikan pendorong untuk menyediakan energi alternatif, salah satunya dengan membangun PLTN," kata Oesman di Kompleks MPR DPR, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dia melihat kenaikan harga minyak telah menyadarkan bahwa perlu mengembangkan energi alternatif, seperti pembangunan PLTN.

Oesman mendukung pembangunan PLTN di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kota lain di Indonesia. Hal itu, kata dia, sesuai dengan hasil kajian dan riset Tim Penyiapan Pembangunan PLTN dan komersialisasinya, bahwa Kabupaten Bengkayang layak untuk dijadikan percontohan.

"Bahkan hasil riset menyatakan 87 persen masyarakat Provinsi Kalimantan Barat setuju pembangunan PLTN tersebut, guna mendukung industrialisasi dan mensejahterakan masyarakat," kata dia

Oesman menilai energi baru dan terbarukan bukan saja memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan industri saja. Lebih dari itu, hal tersebut juga membuka peluang investasi jangka panjang di Indonesia. Selain itu, pembangunan PLTN juga merupakan langkah strategis yang sejalan dengan upaya pemerintah, dalam melakukan ekspor sumber daya alam dalam bentuk produk setengah jadi atau produk jadi.

"Sebagai contoh, rencana pengembangan bauksit menjadi alumunium di Kalimantan Barat memerlukan energi skala besar, stabil, murah, dan bebas polusi," kata Oesman.

Menurut dia hal tersebut hanya akan terwujud jika membangun energi baru dan terbarukan melalui PLTN dan mengakhiri secara bertahap penggunaan energi fosil.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus