Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menceritakan bahwa pandemi corona saat ini memberikan dampak yang sangat parah bagi bisnis penerbangan. Lesunya bisnis penerbangan dirasakan pula oleh maskapai miliknya, Susi Air.
Menurut Susi Pudjiastuti, Susi Air terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK dan merumahkan sebagian besar karyawan. "Susi air hampir 99 persen penerbangannya pun berhenti. Semua terkena dampak," kata dia, melalui akun media sosial Twitter pribadinya pada Rabu, 3 Juni 2020.
Susi menceritakan, PHK itu juga terjadi pada sebagian pilot Susi Air. Namun ia tak menyebutkan secara detail berapa jumlah pilot yang menelan pil pahit tersebut.
Demi coba bertahan di tengah pandemi, kata Susi, maskapai perintisnya mencoba beralih ke layanan kargo dan pengiriman logistik. "Perintis yang baru mulai minggu ini (untuk cargo)," ucapnya.
Usaha Susi untuk mempertahankan Susi Air pun diapresiasi oleh para netizen. Salah satunya adalah @PrieVad yang mencoba memberi semangat semoga pandemi ini cepat berakhir, dan Susi Air kembali normal lagi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Semoga covid ini segera berakhir dan masyarakat juga bisa beraktifitas normal begitu juga Susi air bisa terbang kembali melayani masyarakat yang bepergian," begitu tulisnya.
Pada unggahan yang lain, Susi Pudjiastuti mengatakan, bahwa sektor-sektor yang mengalami dampak terparah akibat dari pandemi Covid-19 adalah penerbangan, transportasi, dan pariwisata karena tak ada pemasukan karena dibatasi demi mengurangi penyebaran virus corona.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini