Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Pemerintah Siapkan Rumah Subsidi untuk Wartawan dan Petani

Selain profesi wartawan dan petani, pemerintah mengalokasikan rumah subsidi untuk nelayan, buruh, dan tenaga migran

3 April 2025 | 08.00 WIB

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait setelah menghadiri open house Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jalan Denpasar Raya, Jakarta, 31 Maret 2025. Tempo/Dani Aswara
Perbesar
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait setelah menghadiri open house Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jalan Denpasar Raya, Jakarta, 31 Maret 2025. Tempo/Dani Aswara

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan pihaknya menyiapkan 1.000 rumah subsidi bagi profesi wartawan dan 20.000 pagi petani dari program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). "Wartawan sudah kami alokasikan 1.000 ya," kata Ara ditemui seusai menghadiri open house Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, Selasa malam, 1 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Selain profesi wartawan dan petani, Menteri Ara mengaku juga mengalokasikan 60.000 unit rumah subsidi masing-masing untuk nelayan, buruh, dan tenaga migran. Selanjutnya, 30.000 rumah tenaga kesehatan (nakes) mencakup perawat, bidan dan tenaga kesehatan masyarakat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Lalu, prajurit TNI AD sekitar 5.000 dan 14.500 rumah subsidi bagi personel kepolisian. "Dari kuota 220.000. Kenapa kita buat itu? Supaya ada kepastian. Bagi siapa? Bagi bank, penyalur, bagi Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat), bagi pengembang, dan bagi konsumen," ujar Ara.

Lebih lanjut, Menteri PKP mengaku akan segera mengundang setiap perwakilan profesi yang masuk dalam kategori penerima tersebut untuk membicarakan mengenai rumah subsidi itu. "Seperti ketua umum dari pada perawat kita undang. Ketua umum bidan kita ajak ngomong. Nanti yang wartawan ya pasti kita ajak ngomong organisasinya dan perwakilan wartawannya," ucap Ara.

Menteri PKP menyebutkan rumah subsidi tersebut nantinya akan dibangun di seluruh wilayah Indonesia. Dia menuturkan, pihaknya juga mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad termasuk CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani sehingga mendapatkan kebijakan kelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) yang sebelumnya 5 persen menjadi 4 persen baik rumah subsidi maupun komersial.

Menteri PKP juga menegaskan pentingnya kualitasnya bangunan rumah subsidi sesuai arahan Presiden Prabowo, mengingat kualitas bisa menjadi isu besar. Oleh karena itu, berkaitan dengan kualitas pihaknya menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan audit ke lapangan, guna memastikan kualitas sesuai yang diharapkan.

Selain itu, dia menekankan pemeriksaan tidak hanya soal kualitas, tetapi juga terkait tempat sasaran, yang harus tepat dan sesuai dengan data yang ada di Badan Pusat Statisik (BPS) yang sudah terperinci berdasarkan nama dan alamat.

Menurutnya, BPS kini memiliki data lengkap mengenai kemampuan belanja setiap individu, dengan desil pertama memiliki kemampuan beli sekitar Rp400.000, desil kedua Rp600.000, dan desil ketiga Rp900.000, yang menjadi acuan penentuan sasaran bantuan. "Jangan lagi ada rumah subsidi yang tidak tempat sasaran. Jangan lagi ada rumah subsidi yang tidak berkualitas. Yang belum setahun sudah hubinya naik, retak-retak, tembok, kasian kan," kata Menteri PKP.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus