Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta -Ketika tekanan inflasi meningkat, investor khawatir nilai uang mereka berkurang maka perlu diamankan dengan suatu intrumen, pilih investasi emas atau investasi aset uang kripto misalnya?
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Memegang emas dalam portofolio Anda mungkin merupakan salah satu cara untuk berinvestasi untuk melindungi daya beli Anda. Tetapi ada kelas aset alternatif yang mulai populer dalam beberapa tahun terakhir: cryptocurrency alias mata uang kripto.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Emas adalah aset yang dianggap baik, banyak digunakan oleh para profesional investasi. Beberapa investor suka menganggap emas sebagai asuransi untuk uang mereka. Jika ada kekhawatiran tentang mata uang suatu negara, atau jika ada keruntuhan ekonomi, orang biasanya berbondong-bondong ke emas karena menguntungkan pada saat krisis.
Di lansir dari us.news.com, harga emas bisa mengail keuntungan dari inflasi, yang membuatnya menjadi pelindung nilai inflasi yang besar. Ketika harga naik, nilai mata uang fiat menurun dan nilai emas naik karena investor memasukkan uang mereka ke dalam logam mulia untuk melindungi daya beli mereka.
Bitcoin adalah cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar saat ini.
Berbeda dengan pasar saham, yang buka untuk perdagangan selama seminggu dari pukul 09:30 hingga 4 sore waktu setempat, pasar uang kripto memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan Bitcoin dan aset digital lainnya 24 jam sehari, tujuh hari sepekan.
Mengingat volume aset yang tetap, jika permintaan uang kripto terus berlanjut, nilai Bitcoin atau kripto lain secara teoritis akan meningkat – tetapi masih belum ada jaminan untuk itu.
"Mirip dengan emas dan logam mulia lainnya, Bitcoin memperoleh sebagian besar nilainya dari pasokannya yang terbatas dan permintaan konsumen yang terus meningkat,” kata Edmund McCormack, pendiri dan CEO di Dchained.
Selain itu, Bitcoin belum diadopsi secara luas, yang membuat investor bertanya-tanya berapa derajat mata uang digital akan diterima di masa depan. Akibatnya, ada spekulasi tentang ke mana arah harga Bitcoin.
Terlepas dari kemunduran ini, para ahli mengatakan Bitcoin maupun uang kripto lain dapat memainkan peran penting dalam portofolio Anda.
Sebagai aset yang bergejolak dan berisiko, perubahan harga mata uang kripto yang sangat besar mungkin sulit dilakukan oleh investor biasa. Volatilitas ini berasal dari berbagai peristiwa, dari tindakan keras China terhadap cryptocurrency hingga tweet Elon Musk tentang aset digital.
Kembali lagi dengan tergantung Anda mau pilih mana? Investasi emas atau investasi uang kripto.
BILL CLINTON
Baca : Mau Memulai Investasi Emas? Ini 7 Macam Investasi Emas
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.