Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Sempat Meroket Tajam, Harga Bawang Merah Berangsur Turun di Sejumlah Daerah, Ini Fakta-faktanya

Harga bawang merah mulai mengalami penurunan di sejumlah daerah.

30 April 2024 | 07.32 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Pekerja tengah memilah bawang merah di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Senin, 22 April 2024. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebut lonjakan kemungkinan terjadi akibat para pedagang pasar belum kembali dari mudik Lebaran 2024. TEMPO/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Harga bawang merah yang sempat meroket tajam ditengarai mulai turun. Sejak tanggal 28 April 2024 harga bawang merah nasional alami penurunan rata-rata sebesar Rp500 per kg-nya. Sebelumnya, kenaikan harga bawang merah disebut-sebut terjadi karena faktor cuaca. Curah hujan di sejumlah wilayah penghasil bawang merah seperti Demak dan Brebes menyebabkan banjir dan diduga menjadi penyebab turunnya produksi bawang merah. Namun beberapa hari berselang, harga bawang mulai menurun. Bagaimana fakta-faktanya?

1. Telah Turun di Sejumlah Daerah

Mengutip dari Antara, harga bawang merah di sejumlah daerah mulai alami penurunan, di Palu dari yang semula seharga Rp 55 ribu turun menjadi Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kg. Lampung mengalami penurunan dari awalnya Rp 60 sampai Rp 70 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, di Sumedang menjadi Rp 55 ribu setelah menyentuh harga 65 ribu per kg. Sementara di Pangkalpinang meskipun harga menurun masih berada di kisaran Rp70 ribu. Stok yang mulai lancar menjadi penyebab mulai turunnya harga bawang merah.

2. Adanya Peran Pemerintah Terkait

Peran pemerintah daerah maupun pusat disebut berpengaruh dalam terjadinya penurunan harga bawang merah di pasaran. Misalnya saja di daerah Palu, melalui dinas terkait mereka mengadakan intervensi guna memperlancar distribusi, mendorong penambahan stok, dan melaksanakan pasar murah. Hal serupa juga dilakukan oleh Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian, keduanya intensif melakukan operasi pasar bawang merah melalui Gerakan Pangan Murah yang menyasar 63 lokasi dan dua pasar mitra di Jakarta pada 29 April hingga 8 Mei mendatang.

3. Upaya Petani yang Mendukung Pemerintah Stabilkan Harga Bawang Merah

Selain adanya peran pemerintah, menurunnya harga bawang merah tidak lepas dari jasa para petani bawang yang terus mengupayakan stoknya. Salah satunya, daerah Indramayu yang terkenal sebagai sentra produksi bawang merah, para petani mengaku konsisten bercocok tanam dalam segala situasi. Petani juga bekerja sama dengan pengamat hama penyakit tumbuhan agar kegagalan panen tidak berlarut diakibatkan oleh hama. Alhasil, Indramayu berhasil memasok stok bawang putih secara berkelanjutan di tengah terbatasnya stok umbi lapis tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, penurunan harga bawang juga terjadi di sejumlah daerah di antaranya:

1. Riau

Data terakhir kenaikan harga bawang merah di Riau pada tanggal 24 April 2024 lalu masih menunjukkan rata-rata harga 50 ribu per kg jauh dari harga normal yang umumnya capai kisaran 35 ribu sampai 40 ribu. Kini harga tersebut kembali menurun di angka Rp37.320 per kilogramnya, hal ini disebabkan stok bawang merah cukup banyak di setiap lapak pedagang.

2. Lampung

Per tanggal 28 April 2024 pukul 13.01 WIB harga bawang merah di pasaran Lampung mencapai Rp57.690 per kilogram. Turun signifikan dibandingkan harga sebelumnya yang capai kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu. Terbaru ini bahkan turun lagi menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Stok bawang merah mulai stabil memasuki distribusi pasar di Lampung yang menyebabkan kondisi demikian.

3. Palu 

Melansir dari Antara, sebelumnya pasaran harga bawang merah di Palu sentuh rata-rata Rp55.000 kemudian berangsur turun hingga kini stabil di kisaran harga Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Penurunan harga tidak lepas dari peran pemerintah daerah yang lakukan intervensi untuk memperlancar distribusi, mendorong upaya penambahan stok barang di pasaran, hingga melaksanakan pasar murah.

4. Pangkalpinang

Penurunan harga bawang di Pangkalpinang bahkan sudah terjadi sejak tanggal 22 April 2024 lalu, harga bawang yang melambung senilai Rp80 ribu per kilogram berangsur turun menjadi Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu. Pedagang menyebut mulai masuknya sejumlah stok bawang merah menjadi penyebab turunnya harga. Meskipun demikian, pedagang mengaku harga tersebut masih dikeluhkan oleh konsumen dan perlu penyesuaian harga normal kembali. 

5. Sumedang

Seminggu sebelumnya harga bawang merah di pasaran Sumedang sempat sentuh harga Rp65. Kemudian saat stok yang masuk ke pasaran mulai lancar kembali akhirnya kini harga bawang merah di Sumedang turun sebesar Rp 10 ribu sehingga harga jualnya menjadi Rp 55. Konsumen masih tidak puas karena harga komoditi lainnya seperti cabai-cabaian masih naik.

6. Aceh

Sebesar 0,58 persen harga bawang merah di pasaran Aceh alami penurunan meskipun tidak banyak. Harga di pasaran kini Rp60.200 per kilogram, diketahui petani mulai mendistribusikan stoknya setelah sempat ditahan karena efek mudik lebaran 2024 lalu. Kini, pemda Aceh masih berusaha untuk terus meredam kenaikan harga bawang merah. 

Pilihan Editor: Sebut Produksi Bawang Merah Cukup, Mendag Larang Impor

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus