Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Target Realisasi Investasi Pemerintahan Prabowo-Gibran Rp 2.000 Triliun

Target realisasi investasi pemerintahan Prabowo-Gibran 2025 sebesar Rp 2.000 triliun. Lebih tinggi dibanding pemerintahan Jokowi pada 2024.

29 Agustus 2024 | 06.44 WIB

Presiden terpilih dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam penutupan Kongres III Partai NasDem di JCC, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2024. Kongres III Partai NasDem kembali menetapkan Surya Paloh sebagai Ketua Umum untuk periode 2024-2029. TEMPO/M Taufan Rengganis
Perbesar
Presiden terpilih dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam penutupan Kongres III Partai NasDem di JCC, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2024. Kongres III Partai NasDem kembali menetapkan Surya Paloh sebagai Ketua Umum untuk periode 2024-2029. TEMPO/M Taufan Rengganis

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yuliot Tanjung mengungkapkan target realisasi investasi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tahun 2025 sebesar Rp 1.900 hingga Rp 2.000 triliun. Target ini naik dibandingkan tahun 2024, di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yang sebesar Rp 1.650 triliun. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Yuliot menyebut, target realisasi investasi yang besar itu dipasang menyesuaikan target pertumbuhan ekonomi yang dipasang presiden terpilih Prabowo Subianto di kisaran 7-8 persen. "Untuk menunjang pertumbuhan tersebut, tidak lain ya bagaimana kita menggenjot kegiatan investasi. Menurut perhitungan kami, pada tahun 2025 yang akan datang, target realisasi investasi sebesar Rp 1.900 sampai Rp 2.000 triliun," kata Yuliot dalam agenda Central Banking Services Festival pada Rabu, 28 Agustus 2024 yang dipantau melalui YouTube Bank Indonesia.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Secara persentase, pertumbuhan target investasi untuk 2025 sekitar 16 persen. "Jadi, kalau pertumbuhan dari target 2024 berarti sekitar 16 persen," ucapnya.

Dia menekankan, target tersebut merupakan beban bersama yang harus dipacu. Mengingat tidak ada sektor perekonomian yang rata-rata pertumbuhan dua digit, kata Yuliot target realisasi investasi ini merupakan beban bersama.

Kementerian Investasi menegaskan, kebijakan terkait investasi ke depan harus diintegrasikan agar kinerja investasi beih moncer. Kementerian yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia itu mengungkapkan empat pilar yang harus diperkuat untuk menunjang daya saing investasi dan daya saing ekonomi Indonesia ke depan. Pertama, soal integrasi kebijakan yang selama ini belum padu.

"Kami melihat selama ini kebijakan yang terkait dengan investasi itu sifatnya terpisah-pisah. Ke depan, kita harus melakukan integrasi," ujarnya.

Selain integrasi, pilar lainnya adalah kemudahan-kemudahan perizinan perusahaan, insentif investasi, dan serta perubahan-perubahan kebijakan secara global. "Di G20, kita ada global minimum tax, tentu kita harus menyesuaikan insentif investasi yang kita sudah berikan."

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus