Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meninjau rumah tapak jabatan menteri di Ibu Kota Nusantara atau IKN pada Selasa sore, 30 April 2024. Sandiaga mengatakan rumah dinas yang dibangun dengan luas lahan 1.000 meter dan luas bangunan 580 meter itu didesain fungsional di setiap ruangnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil. Dan ini sudah kami pastikan mengacu pada prinsip-prinsip keberlanjutan," kata Sandiaga, Selasa, 30 April 2024, dikutip dari siaran pers Kemenparekraf.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga memastikan pembangunan rumah dinas menteri di Ibu Kota Nusantara atau IKN rampung pada Juli 2024. Kepala Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Sumadilaga mengatakan per April kemarin, progres pembangunan tersebut sudah mencapai 87 persen.
“Sekarang lagi finishing interior, eksterior, dan tanaman. Barengan selesai Juli, 36 rumah,” tutur Danis ketika ditemui wartawan di Kementerian PUPR pada Jumat, 19 April 2024.
Sebelumnya, pembangunan rumah menteri di IKN menjadi sorotan. Hal ini setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menilai rumah di ibu kota baru itu lebih kecil ketimbang rumah dinas menteri di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun memberikan penjelasan. Meski tidak merinci perbandingan ukurannya, Basuki mengatakan ada perbedaan dari desain tata ruang di antara keduanya.
"Itu dari rencana detail tata ruangnya. Di situ (IKN) terbatas," kata Basuki ketika ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Rabu, 13 Maret 2024. "Memang dibikin se-compact mungkin, nggak bisa melebar."
Namun, Basuki berujar semua rumah dinas untuk para menteri, baik menteri koordinator maupun menteri teknis di IKN, memiliki tipe bangunan yang sama.