Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Begini Cara Olahraga Pengaruhi Naik Turun Level Hormon Testosteron

Studi menemukan bahwa latihan kekuatan dan high-intensity interval training (HIIT), terutama angkat berat, dapat meningkatkan hormon testosteron.

17 Februari 2023 | 14.56 WIB

Para ahli rambut mengatakan kebotakan yang dialami Harry kemungkinan disebabkan oleh suatu hormon testosterone. Diperkirakan kebotakan yang dialaminya tidak akan separah kakaknya.  REUTERS/Geoff Pugh/Pool
Perbesar
Para ahli rambut mengatakan kebotakan yang dialami Harry kemungkinan disebabkan oleh suatu hormon testosterone. Diperkirakan kebotakan yang dialaminya tidak akan separah kakaknya. REUTERS/Geoff Pugh/Pool

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Hormon testosteron merupakan hormon utama bagi pria yang salah satu fungsinya adalah menunjang pertumbuhan otot. Beberapa jenis olahraga dapat meningkatkan testosteron ada pula yang dapat menurunkannya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hal itu juga tergantung pada durasi dan intensitas. Berikut penjelasan lebih lanjut seperti dikutip dari Times of India. 

Kapan kadar testosteron meningkat?

Tingkat testosteron berfluktuasi sepanjang hari. Kadar testosteron biasanya memuncak pada pagi dan sore hari. Setelah berolahraga, kadar testosteron mungkin bertahan hanya 15 menit hingga satu jam. Setelah jangka waktu tersebut, testosteron akan kembali ke level normal. Selain itu, Anda juga dapat merasakan dorongan energi setelah berolahraga karena lonjakan kadar kortisol. 

Latihan kekuatan dan high-intensity interval training (HIIT)

Studi menemukan bahwa latihan kekuatan dan high-intensity interval training (HIIT), terutama angkat berat, dapat meningkatkan testosteron. Dampak terhadap testosteron juga bergantung pada tingkat intensitas dan beban aktivitas. Namun, lonjakan ini tidak berlangsung lama. Studi lain menemukan bahwa pria dapat mengalami peningkatan testosteron yang lebih besar dan lebih lama ketika melakukan latihan kekuatan di malam hari dibandingkan di pagi hari.

Pola latihan untuk meningkatkan testosteron

Sebuah studi pada 2016 menemukan bahwa memulai latihan ketahanan pada kelompok otot besar, seperti dada dan bokong, lalu berfokus pada kelompok otot kecil, seperti trisep dan bahu, menghasilkan respons testosteron terbesar. Perlu diperhatikan bahwa Anda tidak boleh memaksakan diri dengan intensitas yang melebihi stamina dan dapat menyebabkan cedera. 

Kardio berpotensi mengurangi testosteron?

Menurut penelitian lainnya, latihan berbasis ketahanan, seperti kardio berpotensi mengurangi testosteron. Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa olahraga apa pun bermanfaat untuk kesehatan secara umum dan menjaga berat badan yang sehat. Dokter merekomendasikan berolahraga secara rutin. Jadi, fokuslah untuk berolahraga secara konsisten setiap hari, alih-alih melakukan latihan intensitas tinggi secara acak untuk meningkatkan hormon testosteron dengan cepat. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

HATTA MUARABAGJA
Pilihan editor : Aneka Manfaat Probiotik Bagi Laki-laki

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus