Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Migrain bisa menyerang kapan saja dan rasanya sungguh menyiksa, terlebih lagi bila terjadi saat puasa Ramadan. Puasa sendiri tak akan memicu migrain dan penyesuaian gaya hidup selama Ramadan bisa membantu mengurangi serangan. Dengan saran dari pakar dan perencanaan yang hati-hati, penderita migrain bisa mengontrol kondisi dan melalui bulan suci ini dengan lebih nyaman.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Migrain adalah jenis sakit kepala, terutama pada satu sisi kepala dan sering menimbulkan efek seperti berdentum, berlangsung selama 4-72 jam. Penderita pasti bisa merasakan tantangan puasa Ramadan saat mengalami migrain dan perlu memahami beberapa pemicu untuk mengantisipasi serangan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dalam sebuah wawancara dengan The Daily Star beberapa waktu lalu, Dr Amir Ali, pensiunan spesialis THT, menjelaskan bahwa migrain bukanlah sakit kepala yang biasa tapi disebabkan beberapa pemicu spesifik pada otak yang mungkin tampak ringan buat sebagian orang, seperti sinar matahari dan bau menyengat, tapi bisa terasa sangat menyiksa bagi penderita selama serangan.
"Puasa tak terkait langsung dengan migrain karena rasa lapar bukan pemicu yang umum. Tapi jika puasa menyebabkan kelelahan berat yang biasa dialami penderita migrain maka serangan bisa terjadi," ujar Ali, dikutip dari The Daily Star edisi 6 Maret 2025.
Solusinya Hindari Pemicu
Selama Ramadan, kaum Muslim harus bangun dini hari untuk makan sahur dan pola tidur yang terganggu ini bisa menyebabkan migrain. Orang yang terbiasa mengonsumsi kafein atau minum banyak air di siang hari akan merasakan ketidaknyamanan saat berpuasa, setidaknya sampai mereka sudah bisa menyesuaikan diri dengan kondisi puasa.
Penderita bisa mengalami serangan yang disebut migrain aura. Gangguan sensoris ini bisa dipicu hal-hal seperti melihat kilatan cahaya sampai titik buta, atau bahkan sensasi kesemutan pada tungkai.
"Keluar dari situasi yang bisa menyebabkan migrain akan membantu mengatasi situasi. Rasa sakit yang tak tertahankan bisa menyebabkan muntah yang mungkin bisa membuat penderita merasa lebih enak tapi tidak pada yang sedang berpuasa. Karena itu, menghindari pemicu adalah satu-satunya solusi untuk menangkal atau mengurangi intensitas serangan," saran Ali.
Pencegahan seharusnya dilakukan beberapa pekan sebelum Ramadan, seperti mengubah rutinitas tidur, membatasi asupan kafein, minum lebih banyak pada petang hari, memperbanyak makanan seperti yogurt, oat, dan gandum utuh untuk membuat kenyang lebih lama, serta menghindari keramaian, debu, dan sinar matahari yang terik bisa membantu mengurangi faktor pemicu migrain.