Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Gejala Sindrom Turner Kurang Kromosom X dalam 3 Fase Pertumbuhan

Jika kekurangan satu kromosom X akan mengalami sindrom Turner

26 Juni 2022 | 12.55 WIB

Ilustrasi ruang perawatan di rumah sakit.
Perbesar
Ilustrasi ruang perawatan di rumah sakit.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Laki-laki dan perempuan saat terlahir memiliki susunan kromosom yang berlainan. Laki-laki terlahir dengan kromosom X dan Y. Sedangkan perempuan dengan dua kromosom X (XX). Jika kekurangan satu kromosom akan mengalami sindrom Turner. Mengutip Healthline, kondisi itu 1 dari 2.000 kelahiran bayi perempuan di Amerika Serikat.

Gejala sindrom Turner

Orang yang sindrom Turner rentan mengalami beragam gejala berbeda. Tapi, biasanya tak lepas dari tiga fase, yaitu.

1. Masa bayi

Saat dilahirkan, bayi dengan sindrom Turner biasanya berukuran kecil juga pembengkakan di tangan dan kaki. Ada banyak lipatan di leher, bahkan cenderung rentan kelainan jantung dan sulit makan.

2. Masa kecil dan remaja

Fase anak-anak sampai remaja, gejala sindrom Turner makin jelas kentara. Tubuh lebih kecil daripada anak perempuan pada usia sama. Tinggi dan berat badan juga di bawah rata-rata normal. Terkadang juga mengalami infeksi telinga, masalah pendengaran, kesulitan belajar, lambat menstruasi dan pertumbuhan payudara.

3. Masa dewasa

Sindrom turner yang tidak diobati sedari usia dini sering menimbulkan masalah ketakteraturan siklus menstruasi. Sama seperti gejala biasanya, bertubuh kecil, masalah pendengaran dan organ hati.

Kondisi berlainan sindrom Turner

Merujuk WebMD, sejak lahir orang yang mengalami sindrom Turner rentan mengalami masalah jantung dipengaruhi struktur fisik. Adapun risiko lainnya diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan pendengaran, masalah ginjal, radang usus, dan hipotiroidisme.

Kondisi lanjutan sindrom Turner berlainan. Sindrom ini juga memungkinkan menyebabkan pendarahan saluran pencernaan, masalah gigi dan penglihatan, punggung melengkung (skoliosis), kepadatan tulang berkurang (osteoporosis), kesulitan belajar, gangguan kesehatan mental, kegemukan, dan sulit hamil.

Baca: Penyakit Ini Hanya Dialami Perempuan, Penyebabnya Gangguan Perkembangan Kromosom

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus