Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Jelang DWP 2017, Media Sosial Penting Tingkatkan Dunia Malam

Para pecinta genre Electronic Dance Music alias EDM tentunya sudah tidak sabar memanjakan telinga di DWP tahun ini.

14 Desember 2017 | 19.40 WIB

Panggung DWP 2016 menggunakan dekor burung garuda. instagram.com
Perbesar
Panggung DWP 2016 menggunakan dekor burung garuda. instagram.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Djakarta Warehouse Project (DWP) hadir kembali tahun ini. Para pecinta genre Electronic Dance Music alis EDM tentunya sudah tidak sabar memanjakan telinganya di acara yang berlangsung pada 15-16 Desember 2017 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Direktur Pemasaran All In Entertainment, Dhani Rahmana mengatakan popularitas EDM tak lepas dari peran anak-anak muda yang sangat cepat menangkap dan menciptakan tren baru. Saat Fable didirikan, menurut Dhani, sempat ada pertentangan. Satu kelompok, ujar dia, khawatir konsep musik EDM tak bakal disukai oleh pecandu hiburan malam. Namun Dhani dan timnya berpegang pada karakter generasi milenial - berusia di bawah 35 tahun- yang sangat cepat menangkap tren baru. Baca: 70 Persen Penderita Kanker Payudara Datang Saat Stadium Lanjut

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Keteguhan Dhani terbukti. Baru sebentar menapakkan kaki di industri hiburan malam, keberadaan Fable sudah menjadi buah bibir di kalangan pemburu hiburan malam. Dia mengatakan, dalam tiga bulan pertama di awal pendiriannya pada 2012, pertumbuhan kenaikan pengunjung mencapai 200 persen. "Saat itu rata-rata pengunjung dapat mencapai seribu orang per hari," kata Dhani pada pertengahan November 2017. Padahal awalnya mereka hanya mematok 300 pengunjung per hari.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sukses ini diraih berkat kejelian Dhani menarik pasar anak-anak muda yang sangat dekat dengan media sosial. Target pasar yang satu ini dikenal gemar mengunggah setiap momen yang dirasa seru. Satu lagi, ucap dia, mereka selalu ingin terlihat gaul dan keren serta tidak ketinggalan perkembangan. Tak mengherankan, akun media sosial mereka pun rata-rata berisi foto dan video yang menunjukkan eksistensinya di tempat-tempat populer.

Seperti yang Tempo saksikan saat mengunjungi Fable. Sembari menggoyangkan tubuh mengikuti musik yang dimainkan disc jockey, tangan para pengunjung tak pernah lepas dari gawai. Kebanyakan mereka datang berkelompok, minimal tiga orang. Saat ada anggota kelompok menuju lantai dansa, selalu ada yang merekam aksinya dengan gawai. Baca: Sandiaga Uno Pakai Lipbalm, Apakah Sakit Ini?

Sementara di sudut-sudut meja selalu ada satu atau dua anak muda yang merekam keseruan itu dan menyiarkannya secara langsung melalui media sosial. Mereka melayangkan gawai ke sekeliling ruangan supaya pemirsanya bisa merasa ikut berada di lokasi. Selebihnya, mereka asyik mengobrol, tertawa-tawa, sesekali bersulang.

Pengunjung yang berkantong tipis atau memang enggan memesan meja berdiri di sisi bar sambil mengisap rokok, sesekali meminum bir atau koktail. Berbeda dari mereka yang menghuni meja, para pengunjung tipe ini lebih cepat membaur. Tanpa canggung, mereka menyapa orang yang berdiri di sebelahnya, meski belum mengenal. Percakapan pun terjadi. Ada yang berakhir dengan obrolan seru dan tawa yang tak putus-putus. Namun ada juga yang kembali merasa asing satu sama lain. Untuk mengatasi kecanggungan, merokok dan kembali menikmati suguhan musik dari DJ adalah pelarian terbaik. Baca: Pakai Lipbalm ala Sandiaga Uno, Sebaiknya Minum Dulu

Disc jockey Fahria Yasmin Baladraf, atau dikenal dengan sebutan nama DJ Yasmin, mengatakan pengunjung muda adalah penikmat musik yang melek teknologi informasi sehingga dengan mudah mencari informasi soal genre musik terbaru, artis, dan lagu-lagu yang tengah populer. "Dengan begitu, sebelum berangkat, mereka sudah bisa menentukan mau lagu apa dan pergi ke klub malam yang mana," tuturnya kepada Tempo, kemarin.

Menurut Yasmin, keberadaan mereka memberikan warna berbeda bagi kehidupan hiburan malam. "Mereka mengerti mode, tahu bagaimana berbaur, tahu bagaimana berpesta, mengerti cara mengapresiasi DJ dan musiknya," kata dia. Satu hal yang ditekankan Yasmin adalah keaktifan mereka di media sosial yang akhirnya mempengaruhi hubungan antara klub malam dan DJ. "Klub pun pasti mengundang DJ yang memiliki basis penggemar yang kuat," kata dia. Baca: 8 Tips Rumah Ramah Lansia, Tambah Pegangan dan Warna Dinding

Dhani mengatakan hal yang sama. Menurut dia, pengunjung muda sangat loyal terhadap artis yang disukai. "Tampil di mana, mereka datangi," kata dia. Para pecandu hiburan malam ini, dia menimpali, tahu apa yang diinginkannya. "Mereka meriset dulu, sehingga ketika sudah di lokasi tahu mau minum apa," kata dia.

 

Dini Pramita

Dini Pramita saat ini adalah reporter investigasi. Fokus pada isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus