Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Kerap Marah Bisa Picu Serangan Jantung, Kok Bisa?

Marah yang berlebihan dapat memicu serangan jantung. Berikut beberapa alasan mengapa bisa terjadi.

29 Juni 2024 | 08.15 WIB

Ilustrasi karyawan marah/jengkel. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi karyawan marah/jengkel. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kemarahan adalah emosi yang dialami oleh setiap orang. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, marah yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan, termasuk memicu serangan jantung. Melansir dari British Heart Foundation, berikut adalah beberapa alasan mengapa kemarahan bisa menjadi pemicu serangan jantung.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

1. Peningkatan Tekanan Darah

Ketika seseorang marah, sistem saraf simpatik diaktifkan. Ini menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi dapat merusak arteri dan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung. Tekanan darah yang terus-menerus tinggi juga bisa menyebabkan kerusakan permanen pada arteri.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

2. Pelepasan Hormon Stres

Kemarahan memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah, yang bisa memicu serangan jantung. Adrenalin meningkatkan detak jantung dan menyebabkan darah dipompa lebih keras, sementara kortisol berkontribusi pada penumpukan plak di arteri.

3. Peradangan

Stres dan kemarahan kronis dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh. Peradangan diketahui berperan dalam pembentukan plak di arteri. Plak yang menumpuk bisa pecah dan menyebabkan penyumbatan arteri, yang akhirnya memicu serangan jantung. Peradangan kronis juga dapat mempercepat proses aterosklerosis, atau pengerasan arteri.

4. Gangguan Irama Jantung
Kemarahan dapat memicu aritmia atau gangguan irama jantung. Aritmia adalah kondisi di mana jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Ini bisa berbahaya dan berpotensi menyebabkan serangan jantung mendadak, terutama pada individu yang sudah memiliki masalah jantung.

5. Gaya Hidup Tidak Sehat

Orang yang sering marah mungkin cenderung memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan pola makan yang buruk semuanya meningkatkan risiko penyakit jantung. Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak pembuluh darah dan jantung, sementara pola makan yang buruk dapat menyebabkan penumpukan lemak di arteri.

Mengelola Kemarahan untuk Kesehatan Jantung

Untuk mengurangi risiko serangan jantung, penting untuk mengelola kemarahan dan stres dengan cara yang sehat. Beberapa teknik yang bisa membantu termasuk:

- Olahraga: Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan jantung.

- Teknik Relaksasi: Meditasi, yoga, dan pernapasan dalam dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh.

- Terapi: Konsultasi dengan psikolog atau terapis dapat membantu dalam mengelola emosi dan menemukan cara yang lebih sehat untuk menghadapi stres.

- Komunikasi yang Baik: Mengungkapkan perasaan dengan cara yang konstruktif dan menghindari konflik yang tidak perlu dapat membantu mengurangi kemarahan.

Selain itu, berikut adalah beberapa dampak negatif dari kemarahan yang berlebihan terhadap kesehatan, seperti yang dilansir dari WebMD.

1. Kesehatan Jantung

Seperti disebutkan sebelumnya, kemarahan dapat memicu serangan jantung melalui peningkatan tekanan darah, pelepasan hormon stres, peradangan, dan gangguan irama jantung. Kemarahan dapat menyebabkan peningkatan sementara atau bahkan kronis dalam tekanan darah, yang dapat merusak pembuluh darah dan jantung.

2. Kesehatan Mental

Kemarahan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan stres kronis, yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Emosi negatif yang berkepanjangan, termasuk kemarahan, dapat berkontribusi pada perkembangan depresi dan gangguan kecemasan. Kemarahan dapat memperburuk kondisi pernapasan seperti asma dan menyebabkan sesak napas.

3. Hubungan Sosial

Kemarahan yang tidak terkendali dapat menyebabkan konflik dengan orang lain, merusak hubungan pribadi dan profesional. Seseorang yang sering marah mungkin cenderung menarik diri dari interaksi sosial, yang dapat menyebabkan isolasi dan kesepian.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus