Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Kontak Mata dengan Bayi Tingkatkan Kecerdasan Otak

Salah satu cara yang baik untuk meningkatkan kecerdasan otak adalah melakukan kontak mata dengan bayi.

18 Desember 2017 | 11.23 WIB

Ilustrasi bayi berbicara dengan ibunya.
Perbesar
Ilustrasi bayi berbicara dengan ibunya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak cara dilakukan orang tua untuk menstimulasi kecerdasan bayi dan membantu mereka belajar bicara.

Memperdengarkan musik sejak mereka masih di dalam kandungan, memberi mainan edukatif, membacakan buku, juga tak lupa menyiapkan aneka makanan bergizi agar nutrisi untuk otak terpenuhi.

Namun banyak yang lupa atau tidak menyadari, ada hal sederhana yang tak kalah penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan otak, juga kemampuan komunikasi anak: kontak mata. Baca: 5 Potret Khas Juara The Asia's Got Talent, The Scared Riana

Dahulu ilmuwan meyakini, ketika Anda berinteraksi dengan bayi, detak jantung dan emosi Anda akan menjadi sinkron dengan bayi Anda.

Namun ternyata tidak hanya sampai di situ. Studi terbaru para ilmuwan di Cambridge, Inggris, yang dimuat dalam jurnal penelitian ilmiah di Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Amerika Serikat, mengungkap, hal sesederhana kontak mata dengan bayi bermanfaat besar bagi kecerdasan dan kemampuan komunikasi anak.

Dalam penelitian terhadap 36 bayi menggunakan elektroensefalografi (EEG), alat untuk merekam aktivitas elektrik di otak, terlihat bahwa ketika bayi melakukan kontak mata dengan ibu mereka, gelombang otak mereka akan selaras dan menjadi sinkron. Dalam kondisi gelombang otak seperti itu, bayi akan melakukan usaha lebih besar untuk banyak mengeluarkan suara. Baca: Justin Bieber Hias Pohon Natal, Netizen: Momen Paling Seksi

Victoria Leong, yang memimpin penelitian ini, menjelaskan, “Ketika orang tua dan bayi saling menatap, mereka menyampaikan sinyal tentang kesediaan dan keinginan mereka untuk saling berkomunikasi. Mekanisme ini akan mempersiapkan orang tua dan bayi berkomunikasi dengan menyelaraskan kapan harus bicara dan kapan harus mendengar, sehingga membuat proses belajar (bicara) lebih efektif,” kata Leong dalam wawancara dengan The Telegraph.

TABLOID BINTANG

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus