Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan presiden terpilih Prabowo Subianto akan dilakukan dua kali dalam sehari. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, dalam Diskusi Ekonomi di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 7 Oktober 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Ada masih sebagian masyarakat merasa bahwa ini makan siang gratis. Ini bukan makan siang gratis. Ini makanan gratis 2 kali sehari. Pagi dan siang," ucap adik kandung Prabowo yang baru ditunjuk menjadi Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selain anak-anak sekolah, makan bergizi gratis juga akan dibagikan pemerintah kepada ibu hamil. Hashim mengaku ibu hamil memang ditambahkan belakangan sebagai sasaran program makan bergizi gratis. Musababnya, ada data dan masukan dari para akademisi banyak anak-aak lahir dalam keadaan cacat setiap tahun karena ibu mereka kurang gizi.
"Pak Prabowo kaget, saya kaget. Lima puluh ribu anak lahir setiap tahun. Lima puluh ribu cacat mental, cacat otak dan sebagainya. Dan diduga oleh para pakar karena kurang gizi," katanya.
Komponen Makan Bergizi
Dilansir dari laman nutritionsource.hsph.harvard.edu, makan bergizi adalah salah satu fondasi penting bagi kesehatan tubuh. Makanan yang sehat tidak hanya memberikan energi, tetapi juga berbagai nutrisi yang diperlukan untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal.
Salah satu panduan yang sering digunakan untuk menciptakan pola makan seimbang adalah Healthy Eating Plate atau Piring Makan Sehat yang dikembangkan oleh para ahli gizi di Harvard T.H. Chan School of Public Health. Berikut komponen-komponen penting yang harus ada dalam setiap piring makan yang bergizi, berdasarkan panduan Healthy Eating Plate.
1. Sayuran dan Buah-buahan, Setengah dari Piring
Salah satu komponen terpenting dalam makan bergizi adalah sayuran dan buah-buahan, yang seharusnya mengisi setengah dari piring Anda. Sayuran dan buah mengandung berbagai vitamin, mineral, dan serat yang sangat penting bagi kesehatan. Sayuran, terutama yang berwarna-warni seperti brokoli, wortel, dan bayam, memberikan antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan sel dan penyakit.
Namun, tidak semua jenis sayuran dianggap sama. Kentang, meskipun sering dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, tidak dianggap sebagai sayuran sehat dalam panduan ini karena efeknya yang cepat terhadap peningkatan gula darah.
Sementara itu, buah-buahan segar juga menjadi bagian penting dalam diet yang seimbang, karena kaya akan serat, vitamin C, dan nutrisi lain yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.
2. Biji-bijian Utuh, Seperempat dari Piring
Komponen kedua yang penting dalam makan bergizi adalah biji-bijian utuh yang seharusnya mengisi seperempat dari piring. Biji-bijian utuh seperti gandum utuh, beras merah, quinoa, dan oat memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan biji-bijian olahan seperti roti putih dan nasi putih.
3. Protein Sehat, Seperempat dari Piring
Protein adalah komponen penting lainnya dalam setiap piring makan yang bergizi dan seharusnya mengisi seperempat dari piring. Protein diperlukan untuk memperbaiki jaringan tubuh, membentuk otot, dan menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh. Panduan Healthy Eating Plate merekomendasikan sumber protein yang sehat seperti ikan, unggas, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
Sumber protein yang dianjurkan adalah yang rendah lemak jenuh, seperti ayam tanpa kulit, ikan berlemak, dan berbagai jenis kacang. Daging merah sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas, dan daging olahan seperti sosis dan bacon sebaiknya dihindari sama sekali karena dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kanker.
4. Minyak Nabati Sehat, Secukupnya
Panduan Healthy Eating Plate juga merekomendasikan penggunaan minyak nabati yang sehat dalam jumlah yang cukup. Beberapa jenis minyak yang dianggap sehat adalah minyak zaitun, minyak kanola, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari. Minyak nabati ini kaya akan lemak tak jenuh, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kesehatan jantung.
Namun, penting untuk menghindari minyak yang terhidrogenasi sebagian, yang mengandung lemak trans. Lemak trans dikenal sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebaliknya, minyak nabati yang sehat bisa digunakan untuk menumis sayuran atau sebagai saus salad yang lezat dan bergizi.
5. Minuman: Pilih Air Putih, Teh, atau Kopi
Minuman yang Anda pilih juga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan Anda. Panduan Healthy Eating Plate menyarankan untuk minum air putih, teh, atau kopi tanpa gula. Minuman manis, seperti soda dan jus dengan tambahan gula, sebaiknya dihindari karena mengandung kalori tinggi namun sedikit nilai gizi. Selain itu, minuman manis seringkali berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan risiko diabetes tipe 2.
Susu dan produk olahannya sebaiknya dibatasi hingga satu atau dua porsi per hari, karena meskipun kaya kalsium, mereka juga bisa mengandung lemak jenuh. Jika Anda mengonsumsi jus buah, batasi konsumsinya hanya satu gelas kecil per hari, karena jus buah umumnya tinggi gula.
MICHELLE GABRIELA | HAN REVANDA PUTRA | HSPH HARVARD EDU
Pilihan editor: H-9 Jokowi Lengser, Gibran Soal Penyusunan Kabinet Prabowo hingga Uji Coba Makan Bergizi Gratis