Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Singkong tergolong umbi atau sayuran akar bertepung. Nigeria, Thailand, dan Indonesia adalah negara penghasil singkong terbesar di dunia. Mengutip Healthline, singkong tumbuh di daerah tropis, karena memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi yang kering.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Singkong salah satu tanaman yang paling mampu bertahan saat kekeringan. Singkong termasuk sumber pangan untuk asupan kalori dan karbohidrat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Mengutip Medical News Today, singkong sumber vitamin C, tiamin, riboflavin, dan niasin. Daunnya juga bisa dimakan jika dimasak. Singkong sumber pati resistan. Pati bermanfaat meningkatkan kesehatan usus seseorang dengan membantu memelihara bakteri baik yang bermanfaat. Hal itu karena pati resistan relatif tidak berubah saat melewati saluran pencernaan.
Tapi, jika dikonsumsi secara tidak tepat bisa menghilangkan manfaat baiknya, dilansir Healthline.
Baca: Mengenali Kandungan Nutrisi Singkong
Keliru cara mengonsumsi singkong
1. Tinggi kalori
Singkong mengandung 191 kalori dalam 100 gram. Angka itu tergolong tinggi bila dibandingkan dengan umbi akar lainnya. Sebagai perbandingan dalam porsi yang sama, ubi jalar memiliki 90 kalori. Adapun wortel memiliki 35 kalori.
Mengonsumsi lebih banyak kalori bisa mengakibatkan penambahan berat badan seiring waktu. Sebaiknya menikmati singkong dalam porsi yang sewajarnya antara 73 gram hingga 113 gram.
2. Berbahaya jika dikonsumsi mentah
Singkong bisa berbahaya jika dikonsumsi mentah atau jika dimasak secara tidak benar. Singkong mentah mengandung bahan kimia yang disebut glikosida sianogenik. Jika dimakan itu bisa melepaskan senyawa sianida ke dalam tubuh.
Mengonsumsi glikosida sianogenik berkepanjangan atau memakannya dalam jumlah banyak meningkatkan risiko keracunan. Hal ini menyebabkan gangguan fungsi tiroid dan saraf, kelumpuhan, kerusakan organ. Merendam dan memasak singkong menurunkan kandungan senyawa kimia berbahaya itu.
3. Versi olahan lebih rendah nutrisinya
Pengolahan singkong cara tertentu bisa mengurangi kandungan vitamin, mineral, serat, dan pati resistan. Beberapa penelitian menunjukkan, merebus singkong mempertahankan lebih banyak nutrisi, dibandingkan dengan metode memasak lainnya seperti memanggang atau goreng.
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “http://tempo.co/”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.