Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Mildlife crisis dikenal juga sebagai krisis paruh baya dan sering terjadi pada orang dewasa berusia antara 40 dan 60 tahun.
Krisis paruh baya dapat menyebabkan pergeseran identitas, penurunan kepercayaan diri, perubahan suasana hati, perubahan perilaku dan emosi. Kondisi ini mungkin terjadi karena penuaan menyebabkan perasaan depresi, penyesalan, dan kecemasan.
Tanda-tanda Krisis Paruh Baya
1. Kesedihan dan penyesalan mendalam
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dikutip dari Help Guide, mereka yang mengalami krisis paruh baya mungkin mengalami fase perenungan mendalam. Seperti merenungi potensi hilangnya pekerjaan dan hubungan dengan orang lain. Perilaku ini dapat menyebabkan ketidakbahagiaan mendalam dan pengabaian terhadap aspek positif dalam diri.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
2. Gelisah dan melamun
Orang dengan krisis paruh baya sering mengalami bosan dan lelah terhadap rutinitas sehari-hari. Mereka mungkin menghabiskan banyak waktu untuk melamun dan sulit fokus terhadap apa yang ada di depannya.
3. Iritabilitas
Keputusan-keputusan dan penyesalan di masalalu dapat memicu amarah secara tiba-tiba. Pengidap krisis paruh baya dapat merasa kesal tiba-tiba terhadap pasangannya, orang terdekat, teman dan hal-hal kecil.
4. Nostalgia masa lalu
Alih-alih berfokus pada hal-hal positif yang dijalani saat ini, orang dengan krisis paruh baya justru mengidealkan gaya hidupnya di masa lalu. Mereka mungkin mengenang bentuk tubuh ketika muda, luasnya lingkup pergaulan, dan lain-lain, sebagaimana dikutip dari Verywell Mind.
5. Mengembangkan perilaku impulsif
Mereka yang mengalami krisis paruh baya dapat mengembangkan perilaku impulsif berupa kecanduan merokok, alkohol sampai narkotika. Beberapa orang lainnya mungkin menjadi lebih sering mengonsumsi makanan secara berlebihan saat sedang bosan atau stress.
6. Perubahan hasrat seksual
Beberapa orang dengan krisis paruh baya mengalami lonjakan hasrat seksual, sementara yang lain mengalami penurunan minat terhadap seks. Mereka juga dapat mengembangkan perilaku perselingkuhan karena terus mempertanyakan hubungannya dengan pasangannya.
7. Perubahan ambisi
Orang dengan krisis paruh baya mungkin secara tiba-tiba merasa termotivasi untuk melakukan perubahan dalam hidup, seperti pindah ke tempat baru, membeli rumah baru, dan lain-lain. Namun, di sisi lain mereka merasa kurang motivasi untuk mencapai tujuannya dan mempertanyakan tujuan hidupnya.
Pilihan editor: Kim Jong Un Krisis Paruh Baya hingga Sering Menangis Sendiri