Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Krisis paruh baya atau midlife crisis rentan dialami orang yang berusia 40 tahun hingga 60 tahun. Seseorang dalam kondisi ini akan mengalami depresi, kesedihan, dan kehilangan arah hidupnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Orang yang mengalami midlife crisis cenderung kehilangan rasa percaya diri dan kreativitas. Kekhawatiran saat fase transisi usia paruh baya mengalami penuaan, kehilangan tujuan, dan terus memikirkan kematian.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Midlife crisis bisa muncul ketika seseorang tidak bisa menerima perubahan dirinya. Adapun di antaranya yang mempengaruhi penambahan berat badan, kesehatan yang memburuk, penurunan hasrat seksual.
Mengutip Healthline, midlife crisis biasanya dipicu perubahan fisik, kemampuan, dan aktivitas akibat penambahan usia. Perubahan hubungan juga mempengaruhi, seperti hilang pendapatan dan merasa kehilangan tujuan ketika anak-anak dewasa sudah meninggalkan rumah.
Baca: Krisis Paruh Baya dalam Kehidupan, Bagaimana Kondisi dan Cara Mengatasinya?
Cara membantu orang yang krisis paruh baya
Apabila mencurigai orang terdekat mengalami krisis paruh baya disarankan untuk mendukungnya dengan beberapa cara, yaitu:
1. Menjadi pendengar yang baik
Beri kepuasan orang yang mengalami krisis paruh baya berbicara tentang keresahan dan ketakutan yang dirasakan. Cukup dengar tanpa menghakimi dan tidak langsung menawarkan saran.
2. Ungkap kekhawatiran
Menghindari kalimat yang langsung mengadili mengalami krisis paruh baya. Contohnya berucap, "Sepertinya Anda mengalami krisis paruh baya." Sebaiknya mengajukan pertanyaan seperti, "Akhir-akhir ini kamu tidak terlihat seperti dirimu sendiri. Kamu tidak apa-apa?"
3. Berkata tentang pentingnya mendapat bantuan
Setelah orang yang mengalami krisis paruh baya mempercayai Anda, dukung mereka untuk menemui ahli medis atau dokter. Sebab mungkin ada masalah medis di balik perubahan fisik maupun sikap yang dialami. Kondisi tiroid misalnya, menyebabkan perubahan suasana hati. Gejala awal demensia juga memicu perubahan diri seseorang.
4. Cari bantuan profesional
Jika ia menolak mencari bantuan profesional, beri motivasi untuk mau menerima bantuan profesional. Sebab, berbicara dengan ahli membantu mengembangkan rencana mendukung pemulihan kondisi dan suasana hati orang yang mengalami krisis paruh baya.
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “http://tempo.co/”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.