Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Perbedaan Menenggak Minuman Beralkohol karena Kebiasaan dan Penyalahgunaan

Alkohol kerap dikonsumsi seseorang karena kebiasaan atau penyalahgunaan. Alasan mengonsumsi minuman beralkohol tersebut memiliki perbedaan.

25 Desember 2023 | 22.22 WIB

Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Mike Blake
Perbesar
Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Mike Blake

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi sebagian orang, minum satu atau dua gelas minuman beralkohol bisa menjadi cara yang sangat baik untuk menghilangkan penat. Namun, jika jumlah dan frekuensi minuman mulai naik jauh melampaui batas yang disarankan dapat berbahaya bagi tubuh.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Batas minuman beralkohol untuk perempuan hanya 1 gelas per hari, sedangkan untuk pria adalah 2 gelas per hari.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Berdasarkan psycom.net, menurut Norman Hoffman, PhD, peneliti kecanduan alkohol dan asisten profesor psikologi Western Carolina University, seseorang dapat mengonsumsi banyak alkohol dan tidak memiliki indikasi kecanduan. Sebab, mengonsumsi alkohol bukan indikator terbaik untuk mengukur kecanduan.

Saat mengonsumsi minuman beralkohol, seseorang dapat melakukannya karena penyalahgunaan atau kebiasaan. Meskipun tampak sama, tetapi keduanya memiliki perbedaan mendasar.

Mengacu talbottcampus.com, seseorang yang mengonsumsi alkohol karena penyalahgunaan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan kehidupan, tetapi tubuh tidak secara fisik memiliki ketergantungan. Seseorang yang kecanduan alkohol secara konsisten dan tidak terkendali akan terlibat dalam penyalahgunaan minuman beralkohol. Misalnya, seseorang mungkin menjadi peminum alkohol karena penyalahgunaan, jika kehilangan pekerjaan atau sekolah. Namun, mereka tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa minum.

Sementara itu, seseorang yang mengonsumsi alkohol karena kebiasaan mencakup kecanduan fisik terhadap alkohol selain masalah yang membahayakan kesehatan. Pecandu karena kebiasaan tidak bisa pergi dalam jangka waktu lama tanpa minum alkohol. Seseorang dapat menjadi kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dapat berawal dari penyalahgunaan. Akibatnya, seseorang akan selalu merasa bergantung dengan alkohol secara fisiologis, seperti dikutip dalam laman alcohol.org

Seseorang dapat mengatasi penyalahgunaan minuman beralkohol agar tidak menjadi kebiasaan dari beberapa gejala. Berikut adalah beberapa tanda peringatan umum yang menunjukkan seseorang kebiasaan mengonsumsi alkohol, yaitu: 

  • Melewatkan aktivitas penting, seperti sekolah atau pekerjaan,
  • Menghindari keluarga atau teman sehingga menjadi terisolasi,
  • Merasa tertekan, mudah marah, atau kasar,
  • Menghabiskan uang yang tidak dimiliki dan menciptakan masalah keuangan.
  • Mengganggu hubungan dengan keluarga dan teman.
  • Membuat keputusan yang tidak aman, serta
  • Melakukan tindakan ilegal atau melanggar hukum. 

Perbedaan mendasar dari seseorang mengonsumsi alkohol karena penyalahgunaan dan kebiasaan dilihat dari ketergantungan fisik. Jika bisa pergi dalam jangka waktu lama tanpa perlu alkohol, maka seseorang mungkin bukan mengonsumsi karena kebiasaan.

Jika tidak bisa mengontrol diri untuk mengonsumsi minuman beralkohol, penting untuk mencari bantuan ke dokter sebelum kondisi lebih buruk. Sebab, seseorang yang mengonsumsi alkohol karena penyalahgunaan atau kebiasaan dapat menciptakan konsekuensi negatif yang mengganggu kesehatan. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus