Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Secara historis, minyak zaitun telah digunakan dalam upacara keagamaan dan obat-obatan, yang menjadi bahan makanan penting bagi banyak kebudayaan. Minyak zaitun dalam everydayhealth, berasal dari buah zaitun yang tumbuh di pohon zaitun.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Setelah dipanen, buah zaitun dihaluskan menjadi pasta, yang dimasukkan melalui proses sentrifugasi untuk memisahkan minyaknya. Produk akhir disimpan dalam tangki stainless steel yang terlindung dari oksigen dan sinar matahari, kemudian dimasukkan ke dalam botol kaca gelap agar tetap segar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pohon zaitun memiliki sejarah peradaban kuno selama ribuan tahun, banyak orang menganggap minyak zaitun sebagai makanan orang paling sehat dan berumur panjang di dunia. Minyak zaitun extra virgin berkualitas tinggi menyediakan senyawa anti-inflamasi yang diteliti dengan baik, antioksidan yang melawan radikal bebas dan banyak makronutrien yang menyehatkan jantung sekaligus menurunkan peradangan, depresi, demensia, dan obesitas.
Baca: Minyak Zaitus vs Minyak Kelapa, Mana yang Lebih Sehat untuk Jantung?
Manfaat Minyak Zaitun
1. Lemak Tak Jenuh
Sebagian besar minyak zaitun terdiri dari lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung, salah satu manfaat menggunakan lemak dalam makanan - terutama dengan sayuran - merupakan lemak membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak, seperti A, D, E, dan K, dari makanan. Melansir dari healthline, lemak tak jenuh juga cukup tahan terhadap panas tinggi, yang membuat minyak zaitun menjadi pilihan yang sehat untuk memasak.
2. Antioksidan
Terlepas dari asam lemaknya yang bermanfaat, minyak zaitun mengandung antioksidan kuat. Senyawa ini aktif secara biologis dan dapat mengurangi risiko penyakit kronis, antioksidan juga melawan peradangan serta melindungi kolesterol darah dari oksidasi, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
3. Melawan Peradangan
Minyak zaitun mengurangi peradangan, yang menjadi salah satu alasan utama manfaat kesehatannya. Satu studi juga menunjukkan, antioksidan minyak zaitun menghambat beberapa gen dan protein yang mendorong peradangan.
4. Berat Badan
Mengkonsumsi lemak dalam jumlah berlebihan menyebabkan kenaikan berat badan, namun banyak penelitian telah mengaitkan diet Mediterania yang kaya akan minyak zaitun dengan efek menguntungkan pada berat badan. Selain itu, sebuah riset pada 187 peserta menemukan, diet kaya minyak zaitun masih berkaitan dengan peningkatan kadar antioksidan dalam darah, serta penurunan berat badan.
5. Antibakteri
Karena mengandung banyak nutrisi yang menghambat atau membunuh bakteri berbahaya, yaitu helicobacter pylori, bakteri yang hidup di perut. Minyak zaitun mampu melawan delapan jenis bakteri ini, tiga diantaranya resisten terhadap antibiotik.
BALQIS PRIMASARI
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “http://tempo.co/”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.