Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Koreografer Eko Supriyanto terlihat sangat lincah. Ia bisa langsung beraksi dan menggerakkan tubuhnya dengan sangat lentur saat diminta berpose untuk difoto. Eko sedang sangat sibuk dengan menjadi koreografer pembukaan Asian Games 2018. Selain mempersiapkan 4.000 penari selama berbulan-bulan, Eko juga harus mempersiapkan studi doktoral yang kedua kalinya di Institut Seni Indonesia, Surakarta.
Baca: Mau Jadi Koreografer? Intip Tips dari Koreografer Asian Games
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selain kesibukan itu, Eko harus membuat koreografer dalam acara pembukaan Garuda Wisnu Kencana di Bali serta mengisi berbagai festival di luar negeri. Bisa dibayangkan betapa lelahnya pria 48 tahun ini. "Saya minum propolis saja," kata Eko kepada Tempo di Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Eko Supriyanto foto besama penari yang menarikan tari Balabala saat GR pementasan penutupan SIPFest 2016 di Teater Salihara Jakarta, 4 November 2016. TEMPO/Nurdiansah
Propolis adalah semacam getah yang dikumpulkan lebah madu dari berbagai pohon, aliran getah, atau sumber botani lain, yang digunakan hewan itu untuk menutupi atau memperbaiki celah di sarangnya. Propolis memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Selain mengkonsumsi suplemen dari madu itu, Eko juga mengatur dietnya. Pria berbadan segar ini juga sangat mengatur pola makannya. Pria yang pernah berkolaborasi dengan Madonna ini mengaku mengurangi porsi makan nasi putih. Ia lebih banyak makan sayur, buah, dan lauk-pauk dari protein.
Baca: Koreografer Muda Berkarya
Eko juga rajin berolahraga. Ia memilih yoga dan renang. "Saya yoga sepekan dua kali. Ini melatih fokus saya. Lalu kadang-kadang juga saya renang," kata koreografer yang sangat tekun ini.