Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Di awal bulan seperti saat ini, banyak orang belanja keperluan bulanan. Dengan belanjaan yang banyak, tak sedikit pula yang harus mengangkat beban berat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sayangnya, mengangkat beban berat bisa menyebabkan otot tendon sobek. Dokter spesialis penyakit dalam C. H. Soerjono menjelaskan aktivitas mengangkat belanjaan akan menarik lengan ke bawah.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Akibatnya sambungan otot dan tulang pada sendi bahu bisa rusak,” katanya dalam acara Stand4Strength di Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2020.
Untuk itu, Soerjono mengimbau agar setiap orang melatih otot lengan agar terbiasa dengan beban berat. Tak melulu harus mengangkat barbel, latihan sederhana untuk kelenturan otot pun diimbaunya.
“Misalnya, melakukan latihan senam yang teratur, menggerakkan sendiri atau peregangan, angkat botol air 300 atau 600 mililiter saja sudah cukup memelihara otot dan sendi agar saat ada tugas berat dengan waktu singkat bisa kita hadapi,” ungkapnya.
Subspesialis geriatri itu pun menyebutkan beberapa dampak dari sobeknya otot tendon jika tetap memaksa mengangkat beban berat dalam waktu singkat dan tanpa latihan. Ini termasuk ketidakmampuan tangan untuk mengetik di depan komputer bahkan bermain ponsel.
“Anda juga tidak bisa mengangkat barang lagi dan rasanya tangan akan sangat sakit. Mau angkat tangan tidak mampu. Jadi, penting untuk melatih otot dan sendi agar tetap sehat walaupun angkat belanjaan yang berat,” katanya.