Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

4 Tempat Milenial untuk Diskusi Debat Capres, Intip Alasannya

Kaum milenial punya tempat khusus untuk diskusi debat capres yang berlangsung semalam. Harus ada kopi dan roti, diskusi sengit pun akan terasa manis

18 Januari 2019 | 14.30 WIB

ilustrasi minum kopi (pixabay.com)
Perbesar
ilustrasi minum kopi (pixabay.com)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kaum milenial rupanya punya ruang khusus untuk berdiskusi sesuatu. Ini terbukti saat Debat capres edisi perdana yang berlangsung tadi malam. 

Baca: Selera Wisata Kaum Milenial Cenderung Aneh, Kenapa? 

Bagi warga muda Jakarta, merembuk hasil debat kedua capres itu lebih menyenangkan digelar di lokasi khusus. Hal itu disampaikan Yohana Shera, 26 tahun, warga yang tinggal di Palmerah, Jakarta Selatan. Sebagai pilihan pertama, milenial ini memilih mendiskusikan debat capres di kafe sederhana.

"Enak di kafe yang banyak remaja, bukan orang dewasa," kata Shera pada Kamis, 17 Januari. Ia beralasan, bila diskusi dibuka di kafe dengan tamu mayoritas berumur, debat menjadi tak leluasa. Sebab, ia khawatir ada pihak yang bakal tersinggung dengan pernyataan mereka.

Pilihan kedua yang dipilih warga asal Slipi, Hazliansyah, 34 tahun, adalah halaman rumah. Menurutnya halaman rumah merupakan lokasi ideal untuk membahas debat capres. "Teman debatnya ya teman-teman," ucap Hazliansyah saat ditemui di tempat berbeda.
Ilustrasi Generasi Milenial. jonathanbecher.com
Ia beralasan, merembuk debat capres asyik dilakukan di tempat yang nihil keramaian. Musababnya, bila dilakukan di kafe-kafe dan tempat umum, berpotensi mengganggu tamu di meja sebelah.

Ketiga Ia memberi alternatif. Selain di halaman rumah, Hazliansyah menganggap warung kopi di pinggir jalan juga menjadi tempat ideal. "Karena enggak ada yang terganggu kalau kita ngomong apa pun," ucapnya.

Pernyataan serupa turut diaminkan oleh Fatkhurohim, 41 tahun. Perantau asal Jawa Tengah yang lama tinggal di Jakarta Timur itu menyebut warung kopi sederhana adalah tempat paling cocok.

Menurut dia, suasana yang akan terbangun bakal terasa kasual dan cenderung tak kaku. Di warung kopi pula, segala diskusi ia jamin akan diramu menjadi guyon dan tak berbuntut sentimen.

Pilihan keempat dipilih milenial lain,  Dodi Wiraseto, 33 tahun, warga Ampera, Jakarta Selatan. Ia menyebutkan diskusi soal debat capres asyik digelar di kedai kopi yang menyediakan roti bakar. "Warung kopi seperti kopitiam. Sembari minum roti o plus roti bakar," ucapnya. Diskusi sengit pun akan terasa manis bila ada kopi dan roti.

Baca juga: Mengintip Keindahan Wisata Indonesia di IG Prabowo dan Jokowi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
Francisca Christy Rosana

Lulus dari Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Indonesia pada 2014, ia bergabung dengan Tempo pada 2015. Kini meliput isu politik untuk desk Nasional dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco. Ia meliput kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke beberapa negara, termasuk Indonesia, pada 2024 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus